Kota Lama Semarang Ditargetkan Jadi Kota Pusaka Warisan Dunia

Kompas.com - 06/12/2017, 18:31 WIB
Salah satu sudut kawasan Kota Lama di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/7/2016). Beberapa tahun terakhir, kawasan ini kian semarak. Semakin banyak bermunculan kafe-kafe, restoran, tempat hiburan, dan galeri seni di distrik bersejarah yang dibangun sekitar abad ke-17 tersebut. Para pemiliknya merestorasi sejumlah bangunan yang sebelumnya terbengkalai dengan biaya miliaran rupiah. Namun, masih ada juga titik-titik kumuh dan rawan kriminal yang mengganggu pariwisata. KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOSalah satu sudut kawasan Kota Lama di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/7/2016). Beberapa tahun terakhir, kawasan ini kian semarak. Semakin banyak bermunculan kafe-kafe, restoran, tempat hiburan, dan galeri seni di distrik bersejarah yang dibangun sekitar abad ke-17 tersebut. Para pemiliknya merestorasi sejumlah bangunan yang sebelumnya terbengkalai dengan biaya miliaran rupiah. Namun, masih ada juga titik-titik kumuh dan rawan kriminal yang mengganggu pariwisata.
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, menargetkan Kota Lama masuk sebagai salah satu kota pusaka warisan dunia. Segala upaya dilakukan agar kawasan itu diakui sebagai world heritage oleh UNESCO pada 2020 mendatang.

Kepala Badan Pengelola Kota Lama (BPKL) Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu mengatakan, pihak pengelola sudah terbang ke Belanda untuk menyalin dokumen-dokumen terkait Kota Lama.

Pihaknya beruntung karena Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan Belanda untuk perbantuan itu. Akhirnya, pihak pemkot diberi akses masuk untuk mengambil dokumen-dokumen terkait.

“Kemarin di Belanda terkait pengambilan dokumen kota lama. Ada support dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kita dan museum di Delft, di Leiden, untuk menyalin seluruh dokumen terkait,” kata perempuan yang menjabat sebagai wakil wali kota Semarang ini, Rabu (6/12/2017).

Tidak hanya ke museum, pengelola Kota Lama juga diberi naskah dokumen dari para kolektor sejarah di negeri kincir angin itu. Seluruh dokumen itu, lanjut dia, dikumpulkan sebagai syarat pengajuan ke UNESCO.

“Ada juga kolektor dari Belanda mau kasih dokumen tentang Kota Lama. Diharapkan ini bisa melengkapi dokumen pelengkap atau dosseir yang akan diserahkan paling akhir pada 2018 mendatang di UNESCO. Itu penting sambil secara bertahap pembangunan kota lama dikerjakan,” ujarnya.

(Baca juga: Kota Lama Semarang Mulai Ditata)

Kota pusaka warisan dunia sendiri oleh UNESCO atau UNESCO World Heritage merupakan program PBB untuk melestarikan dan menjaga situs warisan budaya dan alam yang terdapat di berbagai negara di dunia.

Jika Kota Lama diakui, maka wilayah itu tidak hanya milik Indonesia, namun menjadi milik masyarakat dunia. Warga dunia pun ikut berkewajiban melindungi dan menjaga situs-situs warisan dunia tersebut agar tetap bisa dinikmati dan diketahui sejarahnya pada generasi mendatang.

Hevearita menambahkan, sejauh ini banyak gedung di Kota Lama yang belum dilegkapi dokumen pelengkap, baik itu sejarah gedung, identias dan hal terkait lainnya. Namun, pihaknya berkomitmen agar seluruh dokumen dapat dituntaskan pada 2018 mendatang.

“Dokumennya ada yang asli, kalkir, sejarah gedung atau identitas gedung. Memang belum lengkap, karena ada sebagian di-copy dan sebagian nanti dikirimkan. Nanti juga pada Februari 2018 juga diserahkan langsung dari Belanda dokumen aslinya. Jadi, ada copy dari museum dan bentuk aslinya,” tambahnya.

Kota Lama Semarang sendiri saat ini menjadi salah satu jujukan wisatawan mancanegara. Wisatawan rata-rata melihat atraksi dan gedung-gedung tempo lalu di kawasan itu. Bahkan sejumlah film tanah air juga mengambil setting tempat di kota warisan Belanda ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X