Marsekal Hadi Tjahjanto Disebut "Otak Setan" oleh Teman SMA-nya

Kompas.com - 05/12/2017, 17:21 WIB
Ayah Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto, Bambang Sudardo, saat menunjukkan foto anaknya di kediamannya di Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (5/12/2017). Hadi dipilih Presiden Joko Widodo untuk menjadi calon panglima TNI. KOMPAS.com/Andi HartikAyah Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto, Bambang Sudardo, saat menunjukkan foto anaknya di kediamannya di Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (5/12/2017). Hadi dipilih Presiden Joko Widodo untuk menjadi calon panglima TNI.
|
EditorErwin Hutapea

MALANG, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo memilih Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon panglima TNI.

Dia akan menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018.

Hadi merupakan anak pertama dari pasangan Bambang Sudardo dan Nur Sa'adah.

Pada masa muda, Hadi dikenal sebagai sosok yang cerdas, terutama saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA Negeri Lawang, Kabupaten Malang.

Ketika itu, Hadi yang mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dianggap mudah mencerna mata pelajaran. Tak jarang, teman-teman Hadi menganggapnya sebagai si "otak setan".

"Temannya (SMA) kalau ketemu saya bilang,  Hadi itu memang otak setan," kata ayah Hadi, Bambang Sudardo, saat ditemui di kediamannya di Jalan Rogonoto, Desa Tamanharjo RT 003 RW 004 Nomor 70, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (5/12/2017).

Bambang mengatakan, anaknya itu memang tergolong rajin. Ketika belajar, dia selalu berusaha untuk fokus.

"Kalau belajar tidak lama. Saya orangtuanya, saya tahu. Mari sinao luwe (setelah belajar lapar), keluar (kamar) langsung makan karena fokus," ujar dia.

Baca juga: Ini Alasan Presiden Jokowi Ganti Panglima TNI Gatot Nurmantyo

Sejak kecil, Hadi memang memiliki keinginan untuk menjadi prajurit TNI. Ayahnya yang merupakan prajurit sersan mayor di Landasan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh memotivasi Hadi untuk ikut mengabdikan dirinya di dunia kemiliteran.

Akhirnya, setelah lulusan dari SMA Negeri Lawang, Hadi langsung masuk Akademi Angkatan Udara (AAU) dan lulus pada tahun 1986.

"Hanya ingin jadi tentara karena melihat lingkungannya juga," kata ayah Hadi.

Saat ini, pria kelahiran Malang, 8 November 1963, itu dipilih Presiden Joko Widodo untuk diajukan ke DPR RI sebagai calon panglima TNI. Jika uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR lolos, Hadi akan menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X