Kompas.com - 05/12/2017, 15:56 WIB
Salah satu penumpang mobil Freeport yang ditembaki kelompok kriminal bersenjata di Mile 60 Tembagapura dievakuasi ke RS Tembagapura. dok. Polda PapuaSalah satu penumpang mobil Freeport yang ditembaki kelompok kriminal bersenjata di Mile 60 Tembagapura dievakuasi ke RS Tembagapura.
|
EditorErwin Hutapea

JAYAPURA, KOMPAS.com – Tim gabungan Polri berhasil meringkus NM alias NE alias Nius (40), warga Kimbely, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di area Freeport.

Nius yang berperan sebagai anggota intelijen KKB ditangkap di Kecamatan Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Kamis (28/11/2017). Aparat kepolisian mengamankan satu pucuk senjata api jenis revolver dan 4 butir amunisi kaliber 3,8 mm.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan beberapa hari terhadap Nius, diketahui yang bersangkutan memiliki tugas untuk mencari senjata api, amunisi, dan memantau pergerakan pasukan polisi dan TNI di Kabupaten Mimika.

“Selama ini NM memiliki tugas untuk memberikan informasi kepada KKB yang ada di hutan, baik informasi tentang pergerakan aparat Polri dan TNI serta mencari senjata api dan amunisi untuk dipasok ke KKB yang ada di hutan,” ungkap Kamal, Selasa (5/12/2017), saat menggelar keterangan pers kepada wartawan di Polda Papua.

Baca juga: Ketika KKB Diyakini Bukan Sekadar Kriminal Biasa

Kamal menerangkan, Nius menjelaskan, senjata api yang digunakannya dibeli dari seorang oknum masyarakat berinisial Y pada tahun 2006 di Sempan, Kecamatan Mimika Baru, Kabupaten Mimika.

“NM sendiri sudah mengakui bahwa dirinya adalah anggota KKB yang ada di wilayah Mimika. Sampai saat ini pemeriksaan terus dilakukan kepada NM guna mengetahui sejauh mana sepak terjangnya,” papar dia.

Kamal mengatakan, Nius saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara. “Jadi kami jerat dia dengan kepemilikan senjata,” ujar dia.

Kompas TV Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, keberadaan kelompok kriminal bersenjata, tidak mengganggu pelaksaan pembangunan infrastruktur di Papua.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.