"Pak Kapolri, Jika Kita Tak Urus Citarum, Kita Bisa Masuk Neraka Semua"

Kompas.com - 04/12/2017, 10:54 WIB
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo tengah memberikan sambutan dalam acara silaturahim pegiat lingkungan hidup di Makodam III/Siliwangi, Senin (20/11/2017). KOMPAS.com/AGIE PERMADIPangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo tengah memberikan sambutan dalam acara silaturahim pegiat lingkungan hidup di Makodam III/Siliwangi, Senin (20/11/2017).
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo menilai, masyarakat Jawa Barat merupakan masyarakat yang religius.

Karena itu, melalui pendekatan religi, pihaknya akan mengedukasi pentingnya keseimbangan hidup antara manusia dengan alamnya. Terutama terkait penanggulangan dan perlindungan Sungai Citarum kepada masyarakat Jawa Barat.

Untuk itu, Doni meminta bantuan para ulama dan tokoh agama untuk menyampaikan pesan itu kepada masyarakat dan mengubah pola pikirnya.

“Masyarakat Jabar masyarakat religius, yang patuh sama tokoh-tokohnya. Berbicara keseimbangan hidup itu bagaimana kita menjaga hubungan kita dengan Tuhan, alam, dan sesama manusia," ujarnya di Bandung, Senin (4/12/2017).

"Jadi keseimbangan ini perlu peran ulama dan tokoh agama untuk bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat,” kata Doni, di Kabupaten Bandung, Senin (4/12/2017).

(Baca juga : Sungai Terkotor di Dunia Pasok 80 Persen Air untuk Jakarta )

Doni menilai, pembiaran kerusakan ekosistem Citarum, sangat dilarang dalam agama Islam.

“Saya ketemu Pak Kapolda dan Pak Kapolri beberapa hari lalu. Saya tunjukan gambar yang tadi tentang kerusakan ekosistem di citarum. Saya bilang, Pak Kapolri seandainya kita tak urus kita bisa masuk neraka semuanya. Dan kepala desa dan pak camat dan bapak yang bertanggung jawab kalau kita tak mengurusi Sungai Citarum kita bakal masuk neraka semua,” tuturnya.

Menurutnya, masyarakat Jabar harus memiliki kepedulian terhadap sungai yang memiliki panjang 269 km tersebut. Sebab, jika sungai ini tercemar semakin parah maka akan berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan secara massif.

Karena Sungai Citarum mengairi persawahan padi di Karawang dan Indramayu, serta menghidupi puluhan juta masyarakat Jabar dan Jakarta.

Maka, dengan pembentukan satuan tugas (satgas) yang terdiri dari pemerintah, akademisi, TNI, Polri, serta pegiat lingkungan ini, ada sekitar 20 cluster di titik-titik sekitar Sungai Citarum.

 

(Baca juga : Karawang Kerepotan Tangani Pencemaran Sungai Citarum)

Nantinya mereka akan turun membaur ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi serta edukasi.

“Satgas ini akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Untuk mengajak mereka, perlu pendekatan hati. Satgas turun ke tengah mereka dan menginap di rumah penduduk untuk sosialisasi. Salah satunya pendekatan keagamaan,” jelasnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Regional
2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

Regional
PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

Regional
Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Regional
Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Regional
Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Regional
Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Regional
Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Regional
Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Regional
Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

Regional
Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Regional
Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X