Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/12/2017, 05:59 WIB
|
EditorReni Susanti

AMBARAWA, KOMPAS.com - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimun Zubair berpesan kepada para kiai muda pengasuh pondok pesantren, agar mengikuti perkembangan zaman.

Termasuk menguasai teknologi informasi, sehingga bisa menyampaikan dakwah secara kekinian.

Berbicara di hadapan ratusan kiai muda dalam Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Wakaf Literasi Islam Indonesia (Wali), Candirejo, Tuntang, Semarang, Mbah Maimun berkisah saat dirinya belajar bahasa Melayu dan aksara latin, sewaktu muda dulu.

Masa itu, bahasa Melayu belum begitu populer dan masyarakat Jawa, khususnya kaum santri terbiasa menggunakan aksara arap pegon (huruf arab gundul), bukan tulisan latin.

"Saya waktu kecil diminta bapak untuk tidak hanya belajar alif ba ta, namun juga belajar ABCD. Selain itu juga belajar bahasa Melayu. Waktu itu belum ada bahasa Indonesia," kata Mbah Maimun.

(Baca juga : Mbah Maimun Minta Kiai Muda Selalu Cinta NKRI dan Hormati Keberagaman)

Selain itu, Mbah Maimun muda akrab dengan nilai-nilai kebangsaan melalui bacaan-bacaan dari Penerbitan Balai Pustaka. Ayahnya berpesan agar jangan meninggalkan bacaan-bacaan dari orang-orang yang berpaham nasionalis.

Salah satunya adalah Panjebar Semangat, majalah mingguan berbahasa Jawa yang terbit di Surabaya.

Majalah yang pertama kali terbit 2 September 1933 ini didirikan Dr Soetomo, tokoh pendiri Budi Utomo. Majalan inilah salah satu media yang digunakan Budi Utomo untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Saya harus baca Penyebar Semangat, menyebarkan semangat kebangsaan," tandasnya.

Terlepas dari itu, Mbah Maimun sangat mendukung dan merestui keberadaan Forum Kyai Muda (FSKM) se-Jawa Tengah ini. Apalagi keberadaan para kiai muda ini akan menggantikannya suatu hari nanti.

(Baca juga : Pondok Pesantren Nurul Huda Banat, Mendidik Santri Peduli Sesama )

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.