Bupati Purwakarta Suruh Anaknya Bermalam Minggu di Rumah Janda Miskin

Kompas.com - 03/12/2017, 22:13 WIB
Putra sulung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi,  Ahmad Habibie Bungsu Maula Akbar sedang bercengkrama di seorang rumah janda tua yang salah satu anaknya terancam batal ikut ujian karena masih menunggak biaya SPP dan UTS. dok. Bupati PurwakartaPutra sulung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Ahmad Habibie Bungsu Maula Akbar sedang bercengkrama di seorang rumah janda tua yang salah satu anaknya terancam batal ikut ujian karena masih menunggak biaya SPP dan UTS.
|
EditorFarid Assifa

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyuruh anak sulungnya, Ahmad Habibie Bungsu Maula Akbar (18) berkunjung sekaligus bermalam mingguan ke rumah seorang janda bernama Yati (49), warga Gang Nusa Indah IV, Kelurahan Nagri Kaler, Purwakarta, Sabtu (2/12/2017) malam.

Maula, sapaan anak sulungnya, tak canggung bercengkrama dengan janda enam anak tersebut yang mengisahkan seluruh kesulitan hidupnya selama ini.

Diketahui bahwa anak kedua ibu tersebut, Ilham (16), membutuhkan biaya untuk membayar tunggakan biaya sekolah di SMK dan terancam tidak bisa mengikuti ujian di sekolahnya.

Selama ini, Yati masih membiayai kelima anaknya yang masih bersekolah, sedangkan anak pertamanya sehari-hari mengais rezeki menjadi seorang pengamen.

“Ini kisah tentang kidz zaman now yang tadi malam bermalam mingguan di rumah seorang janda setengah tua,” ujar Dedi Mulyadi pada Minggu (13/12/2017).

Maula mendapatkan tugas khusus dari sang ayah untuk memberikan bantuan biaya sekolah kepada anak kedua janda tersebut yang terancam tak bisa ikut ujian. Tunggakan SPP dan biaya UTS sebesar Rp 4.775.000 diserahkan langsung ke rumah janda tersebut sembari mendengarkan seluruh keluh kesah ibu tersebut.

Baca juga : Bupati Purwakarta Mengamen di Yogyakarta

Maula yang ditularkan kebiasaan ayahnya memberikan bantuan kepada warga miskin tersebut merasa terharu mengetahui salah satu pekerjaan ayahnya langsung sebagai kepala daerah seperti ini.

"Saya bangga memiliki ayah sebagai kepala daerah, salah satunya selalu memberikan bantuan kepada warga miskin yang sangat membutuhkan," kata Maula.

Kondisi Ilham awalnya diketahui oleh Dedi karena adiknya, Intan (14) yang nekat mencegat orang nomor satu di Purwakarta itu saat meninjau rumah tidak layak huni di lokasi yang sama sehari sebelumnya.

Sembari menangis, Intan bercerita bahwa Ilham terancam tidak bisa mengikuti ujian di salah satu SMK swasta di Purwakarta karena belum membayar tunggakan biaya sekolah.

“Terima Kasih kepada Pak Bupati, bantuannya sudah diterima tadi malam. Besok (Senin) kakak saya bisa ikut ujian di sekolahnya,” kata Intan.

Baca juga : Bupati Purwakarta Selamatkan TKI yang Telantar di Arab Saudi

Sejak SMA dan SMK sederajat diambil alih kewenangannya oleh Provinsi Jawa Barat dari pemerintah kabupaten/kota, banyak orangtua yang protes ke bupati Purwakarta karena harus membayar kembali biaya sekolah.

Padahal, sebelum diambil alih kebijakan tersebut, sekolah tingkat atas di Purwakarta tersebut tidak dipungut biaya apapun alias gratis.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X