PT KAI Siagakan 68 Petugas Pemantau Jalur Rawan Bencana

Kompas.com - 03/12/2017, 07:20 WIB
Ilustrasi kereta api KOMPAS / AGUS SUSANTOIlustrasi kereta api
|
EditorBayu Galih

JEMBER, KOMPAS.com - PT Kereta Api Daerah Operasional (Daops) IX Jember, Jawa Timur, menyiagakan 68 petugas pemantau di jalur rawan terjadinya bencana alam.

Secara bergantian, petugas tersebut akan bekerja selama 24 jam, untuk memantau kondisi jalur kereta yang berada di daerah rawan bencana alam.

"Di wilayah Daops IX Jember ada 18 titik yang rawan terjadi bencana alam, baik tanah longsor maupun banjir," kata Manajer Humas PT KAI Daops IX Jember, Luqman Arif, Sabtu (2/12/2017).

Luqman menjelaskan, untuk titik yang rawan banjir berada di di daerah Pasuruan dan stasiun Argopuro. Sedangkan untuk yang rawan tanah longsor berada di daerah Ledokombo dan areal pegunungan Gumitir.

"Petugas kami terus memantau titik bencana itu. Mereka berjalan kaki. Jika ditemukan tanda- tanda bahaya, maka mereka akan menghubungi pusat pengendali kereta api," kata Luqman.

Selain itu, PT KAI juga telah menyiapkan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di gerbong kereta. Ini dilakukan untuk mengantisipasi, sehingga ketika sewaktu- waktu terjadi bencana, bisa mempercepat proses evakuasi.

(Baca juga: Banjir dan Longsor Pacitan, PLN Putus Aliran Listrik 76.000 Pelanggan)



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orang Pertama di Klaster Corona RSUD Pontianak Jarang Pakai Masker

Orang Pertama di Klaster Corona RSUD Pontianak Jarang Pakai Masker

Regional
Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpang, Sempat Melawan Lalu Lompat dari Mobil

Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpang, Sempat Melawan Lalu Lompat dari Mobil

Regional
Dari 1.000 Penumpang Pesawat hanya 90 Orang Tes Swab Gratis di Bandara Minangkabau

Dari 1.000 Penumpang Pesawat hanya 90 Orang Tes Swab Gratis di Bandara Minangkabau

Regional
Kepala Satpol PP Minta Maaf 6 Mahasiswa Terluka Saat Demo di Kantor Bupati Bogor

Kepala Satpol PP Minta Maaf 6 Mahasiswa Terluka Saat Demo di Kantor Bupati Bogor

Regional
Khofifah: Saya Tahu Beban Guru Tambah Berat Menyiapkan Materi Belajar Daring

Khofifah: Saya Tahu Beban Guru Tambah Berat Menyiapkan Materi Belajar Daring

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 September 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 September 2020

Regional
ASN di Banyumas Dilarang Pakai Masker Scuba

ASN di Banyumas Dilarang Pakai Masker Scuba

Regional
Penyerangan Syekh Ali Jaber, Polisi Temukan Unsur Kebencian, Pengamat: Ada Indikasi ke Kelompok Radikal

Penyerangan Syekh Ali Jaber, Polisi Temukan Unsur Kebencian, Pengamat: Ada Indikasi ke Kelompok Radikal

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 18 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 18 September 2020

Regional
Staf Ahli Bupati Aceh Utara Meninggal Setelah Terjangkit Covid-19

Staf Ahli Bupati Aceh Utara Meninggal Setelah Terjangkit Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 18 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 18 September 2020

Regional
Perjuangan Koestomo Belasan Tahun Rawat Istrinya yang Lumpuh, Kini Tak Bekerja

Perjuangan Koestomo Belasan Tahun Rawat Istrinya yang Lumpuh, Kini Tak Bekerja

Regional
'Terima Kasih Pembaca Kompas.com, Saya Fokus Kesembuhan Kulit Aisyah'

"Terima Kasih Pembaca Kompas.com, Saya Fokus Kesembuhan Kulit Aisyah"

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 18 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 18 September 2020

Regional
Helikopter yang Hilang di Papua Ditemukan, Polisi: Kondisi Heli Masih Utuh, tapi...

Helikopter yang Hilang di Papua Ditemukan, Polisi: Kondisi Heli Masih Utuh, tapi...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X