Lumbung Padi Dayak Lamandau yang Kosong setelah Larangan Bakar Lahan

Kompas.com - 02/12/2017, 19:57 WIB
Jurung-jurung di Desa Lopus, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Kompas.com/Budi BaskoroJurung-jurung di Desa Lopus, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
|
EditorAmir Sodikin

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Banyak yang berubah pada lingkungan fisik komunitas Dayak di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Rumah-rumah betang, apalagi yang ditempati, sudah sulit dijumpai, berganti dengan rumah-rumah bercorak modern.

Akses yang sebelumnya hanya melalui sungai, kini sebagian besar sudah ditembus jalan darat. Tapi, ada satu yang tak berganti saat rumah-rumah dan jalan berubah. Itu adalah lumbung padi.

Komunitas Dayak di Lamandau meyebutnya jurung atau bajurung. Di tiap pekarangan rumah pasti mempunyai jurung. Bahkan beberapa rumah, memiliki lebih dari satu jurung.

Jurung merupakan bangunan bertongkat atau panggung dengan ketinggian dua meter. Jurung yang paling kecil berkaki enam. Empat di tiap sudut, dan dua di tengah, di antara dua sisi panjang bangunan.

Di tiap tiang paling atas sebelum lantai dasar jurung terdapat papan bundar seperti payung. Fungsinya, untuk menghalau tikus yang kerap menyerbu penyimpanan padi.

Baca juga : Melihat dari Dekat Kehidupan Suku Dayak di Lamandau Kalteng

Tak ada cerita lumbung padi Dayak dijamah tikus. Teknologi tepat guna ala Dayak ini memang efektif mencegah binatang liar itu.

Dengan begitu jurung tak hanya menjadi simbol ketahanan pangan masyarakat, tapi juga kemakmuran. Mungkin karena itu pula, salah satu perusahaan daerah di Lamandau diberi nama Bajurung Raya.

Namun, jurung-jurung itu kini hanya mantap terlihat dari fisiknya saja. Fungsinya sebagai lumbung padi mulai terganggu.

Bukan karena jurungnya yang bermasalah, tapi karena produksi padi warga Dayak merosot tajam, sejak larangan pembakaran lahan diberlakukan secara ketat hampir dua tahun terakhir.

Sebuah jurung milik anak mantir (kepala) adat di Desa Lopus, yang Kompas.com kunjungi pada Senin (21/11/2017) lalu tampak lama tak disentuh. Sang pemilik kini malah pergi bekerja pada perusahaan bangunan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X