42 Orang di Semarang Terindikasi HIV/AIDS, Salah Satunya Balita

Kompas.com - 02/12/2017, 00:14 WIB
Aktivis mengelar aksi peringatan Hari AIDS di kawasan Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, kamis (1/12/2011). Aksi yang diikuti oleh sejumlah elemen itu menyerukan hak-hak Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang digelar tahunan tiap 1 Desember. TRIBUN / HASAN SAKRI GHOZALIAktivis mengelar aksi peringatan Hari AIDS di kawasan Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, kamis (1/12/2011). Aksi yang diikuti oleh sejumlah elemen itu menyerukan hak-hak Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang digelar tahunan tiap 1 Desember.
|
EditorKurnia Sari Aziza

UNGARAN, KOMPAS.com - Seorang anak berusia di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Semarang terindikasi menderita HIV/AIDS. Temuan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Semareng ini terjadi pada rentang waktu bulan Januari hingga Juni 2017.

Kepala Bagian Program KPA Kabupaten Semarang, Taufik Kurniawan mengatakan, semester pertama tahun 2017 ditemukan 42 orang yang terindikasi HIV/AIDS. Dari jumlah itu, 6 orang atau 14 persen menderita AIDS, sementara 36 orang atau 86 persen lainnya menderita HIV.

"Berdasarkan usia, ada satu balita. Kemudian satu anak usia 15 hingga 19 tahun," kata Taufik, Jumat (1/12/2017).

42 orang diduga terindikasi HIV/AIDS ini ditemukan di 11 kecamatan. Rinciannya 8 orang di Bergas, 5 di Ambarawa, 4 di Ungaran Timur, 4 di Sumowono, 2 di Bandungan, 2 di Pringapus, 1 di Bawen, 1 di Ungaran Barat, 1 di Susukan, 1 di Tuntang, dan 13 orang dari luar wilayah Kabupaten Semarang.

Baca juga : Ibu Rumah Tangga Lebih Rentan Terinfeksi HIV daripada PSK, Kok Bisa?

Berdasarkan demografi, selain 1 balita dan seorang remaja berusia 15-19 tahun, terdapat 3 orang dari usia 20-24 tahun, 7 orang usia 25-29 tahun, dan 8 orang dari usia 30-34 tahun.

Selanjutnya dari kelompok usia 35-39 tahun ada 11 orang, usia 40-44 tahun ada 4 orang, usia 45-49 tahun ada 4 orang, usia 50-54 tahun 2 orang, dan 1 orang dari kelompok usia 55-59 tahun.

"Jadi paling dominan di usia produktif dan kalangan perempuan," ujarnya.

Baca juga : Jumlah Remaja Penderita HIV/AIDS di Purbalingga Terus Meningkat

Taufik mengatakan, hingga tahun 2016 ada 492 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Semarang. Saat itu, dari 19 kecamatan, hanya kecamatan Kaliwungu dan Pabelan yang zero kasus HIV/AIDS.

Sekretaris KPA Kabupaten Semarang Puguh Widjojo mengatakan, sebanyak 29 dari 42 orang yang terindikasi HIV/AIDS merupakan warga Kabupaten Semarang. Sedangkan 13 orang lainnya merupakan warga dari luar wilayah Kabupaten Semarang.

"Berdasarkan profesi, pengidap HIV masih didominasi oleh kelompok pekerja seks. Temuan kasus menonjol terlihat juga pada kelompok swasta, buruh, dan wiraswasta," kata Puguh.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X