Cuaca Ekstrem, Gua Pindul hingga Air Terjun Sri Gethuk Ditutup Sementara

Kompas.com - 30/11/2017, 19:31 WIB
Pintu masuk Gua Pindul, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, untuk sementara ditutup pasca hujan lebat Selasa (28/11/2017) lalu Kompas.com/Markus YuwonoPintu masuk Gua Pindul, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, untuk sementara ditutup pasca hujan lebat Selasa (28/11/2017) lalu
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Cuaca ekstrem di wilayah Gunungkidul, Yogyakarta, dalam beberapa hari terakhir membuat pemerintah kabupaten setempat menutup sementara objek wisata minat khusus.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono, mengatakan, sejumlah objek wisata seperti Gua Pindul, Gua Jomblang, Air Terjun Sri Gethuk, Kali Suci, dan Gua Ngingrong untuk ditutup sementara, karena dampak dari cuaca buruk.

"Ada beberapa yang sementara tidak boleh dikunjungi pengunjung karena situasi alam yang belum memungkinkan," kata Harry saat dihubungi, Kamis (29/11/2017).

Kondisi di masing-masing lokasi wisata tersebut dinilai masih belum layak dikunjungi. Untuk Gua Pindul, sesuai dengan keputusan BUMD Desa Bejiharjo akan dibuka pada hari Sabtu (2/12/2017) mendatang.

Air terjun Sri Getuk terdampak parah karena banjir, Selasa (28/11/2017), karena lokasi tepat berada di Sungai Oya.

(Baca juga: Banjir Setinggi Perut Orang Dewasa, Puluhan KK di Gunungkidul Mengungsi)

Sejumlah fasilitas yang ada rusak parah, seperti perahu hilang dan jalan rusak. Destinasi ini baru akan dibuka kembali Minggu (10/12/2017) mendatang. Untuk Gua Jomblang dan Kali Suci masih menunggu kondisi cuaca beberapa hari ke depan.

"Untuk Gua Jomblang informasi yang masuk pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB sudah surut, dan teman-teman di sana hari ini akan bersih-bersih," katanya.

Pengelola Gua Jomblang, Cahyo Alkantana, mengatakan, kondisi Gua Jomblang sempat dipenuhi air karena tingginya curah hujan. Sejak pagi tadi, sekitar pukul 02.00 WIB, air sudah surut dan normal.

"Sudah surut sampahnya yang banyak karena terbawa aliran sungai yang masuk ke Jomblang. Itu fenomena biasa hanya saja ketinggiannya lebih tinggi karena curah hujan tinggi sekali, cuma permukaan air naik tahunan pasti naik, asal hujan tiga hari pasti naik," katanya.

Dia memprediksi, setelah dibersihkan, Gua Jomblang yang terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, sudah bisa dikunjungi wisatawan pada hari Jumat.

"Jumat besok sudah berjalan seperti biasa," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: 17 Bayi Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Ambon, Ada yang Kembar hingga Nama yang Unik

BERITA FOTO: 17 Bayi Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Ambon, Ada yang Kembar hingga Nama yang Unik

Regional
Tabrakan Maut Rombongan Pengantin, 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh, 4 Rawat Jalan

Tabrakan Maut Rombongan Pengantin, 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh, 4 Rawat Jalan

Regional
Kisah Anwar, Merintis Usaha Gula Semut Sejak SMA, Kini Miliki Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Kisah Anwar, Merintis Usaha Gula Semut Sejak SMA, Kini Miliki Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Regional
Balita Tewas dengan Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Pengakuan Ibu Jatuh dari Kamar Mandi

Balita Tewas dengan Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Pengakuan Ibu Jatuh dari Kamar Mandi

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Regional
Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Regional
Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Regional
Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Regional
SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

Regional
Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Regional
Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Regional
Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Regional
Seberangi Rel Tak Berpalang Pintu, Mobil Avanza Ringsek Tertabrak Kereta

Seberangi Rel Tak Berpalang Pintu, Mobil Avanza Ringsek Tertabrak Kereta

Regional
Waspadai Hujan Lebat Selama 2 Hari yang Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumut

Waspadai Hujan Lebat Selama 2 Hari yang Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumut

Regional
Pilkada Samarinda, Ketua DPD Gerindra Kaltim Ikut Penjaringan PDI-P

Pilkada Samarinda, Ketua DPD Gerindra Kaltim Ikut Penjaringan PDI-P

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X