Di Polewali Mandar, Pernikahan di Bawah Umur Heboh di Medsos

Kompas.com - 30/11/2017, 09:08 WIB
Pernikahan pasangan usia muda antara Arlin (17) dan Andini (15) di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu (26/11/2017). Kompas.com/JunaediPernikahan pasangan usia muda antara Arlin (17) dan Andini (15) di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu (26/11/2017).
|
EditorErwin Hutapea

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Acara  pernikahan sepasang pemuda dan pemudi, Arlin Prama Aspar (17) dan Andini Pratiwi Ridwan (15), digelar dalam pesta adat yang meriah di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu (26/11/2017).

Ribuan tamu undangan dan sanak keluarga dari kedua mempelai turut bersukacita memeriahkan pernikahan pasangan muda yang usianya terpaut dua tahun tersebut.

Seperti pernikahan masyarakat Mandar umumnya, pesta pernikahan Arlin dan Andini yang berlangsung empat hari lalu itu termasuk cukup meriah, serta tetap sakral dan khidmat.

Dalam pesta adat dihadirkan sejumlah kesenian tradisonal, seperti Parawana dan Kalingdagdag atau seni pantun ala Mandar, yang mendapat perhatian warga setempat.


Pernikahan ini pun menjadi viral di media sosial. Sejumlah netizen (warganet) mendukung dengan alasan tertentu, tetapi tak sedikit juga yang menilai pernikahan ini melanggar undang-undang perlindungan anak yang membatasi usia anak hingga 18 tahun.

Baca juga: Pernikahan Dini dan Cara Pandang Orangtua Penyebab Remaja Tak Lanjut Kuliah

Saat ditemui di rumahnya, Selasa (28/11/2017), Arlin dan Dini (panggilan akrab Andini) masih tampak sibuk mengikuti ritual adat pernikahannya sebagai rangkaian pesta sejak hari Minggu lalu. Keduanya pun mengaku bahagia dan sepakat membangun bahtera rumah tangga meski harus menghadapi cibiran warga karena usia mereka yang masih muda.

“Bahagia dan senang bisa melangsungkan pernikahan seperti pasangan lainnya. Insya Allah saya akan tetap melanjutkan sekolah,” tutur Arlin saat dijumpai di rumahnya.

Sah secara hukum, agama, dan adat

Sementara itu, Ridwan, ayahanda Dini, menganggap pernikahan anaknya sah secara hukum maupun secara agama dan adat. Meski masih tergolong usia anak, menurut Ridwan, itu bukanlah pelanggaran.

Ridwan mengaku memilih cepat-cepat membawa anaknya ke pelaminan lantaran dia tak ingin hubungan putrinya dengan menantunya yang sudah akrab selama sembilan bulan berpacaran menimbulkan pelanggaran etika, moral, dan norma agama di kemudian hari.

“Daripada nanti terjadi sesuatu di kemudian hari, kan tidak salah kalau saya nikahkan lebih awal meski harus menghadapi banyak tantangan, seperti melalui penetapan pengadilan agama setempat,” ujar Ridwan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Regional
Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Regional
Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Regional
Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Regional
Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Regional
Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Regional
Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Regional
Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Regional
Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Regional
Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Regional
Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan 'Isi Tas' Minimal Rp 30 Miliar

Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan "Isi Tas" Minimal Rp 30 Miliar

Regional
Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Regional
Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Regional
Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X