Ramai Spanduk Setnov Dukung Ridwan Kamil, Ini Tanggapan Uu

Kompas.com - 28/11/2017, 21:50 WIB
Bupati Tasikmalaya sekaligus bakal calon wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, memperlihatkan surat keputusan persetujuan DPP PPP untuk calon Gubernur dan calon wakil Gubernur Jabar di Pendopo Lama, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (25/10). Setelah Partai Nasdem dan PKB, PPP mengusung Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk maju menjadi Gubernur Jawa Barat 2018-2022 didampingi Uu Ruzhanul Ulum yang juga kader PPP. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc/17.ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI Bupati Tasikmalaya sekaligus bakal calon wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, memperlihatkan surat keputusan persetujuan DPP PPP untuk calon Gubernur dan calon wakil Gubernur Jabar di Pendopo Lama, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (25/10). Setelah Partai Nasdem dan PKB, PPP mengusung Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk maju menjadi Gubernur Jawa Barat 2018-2022 didampingi Uu Ruzhanul Ulum yang juga kader PPP. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc/17.

BANDUNG, KOMPAS.com - Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum menanggapi santai dugaan penggembosan elektabilitas Ridwan Kamil melalui spanduk dan baliho bergambar Setya Novanto yang mendukung wali kota Bandung itu di Pilkada Jabar 2018.

Uu yang dikonfirmasi melalui ponselnya tidak yakin hal tersebut akan berpengaruh terhadap elektabilitas dirinya maupun Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

“Saya lebih berpikir positif saja, semua tergantung dari niat dan sikap kita. Kalau baik, pasti akan baik," kata Uu, Selasa (28/11/2017).

Uu menambahkan, masyarakat saat ini sudah lebih cerdas dalam menilai isu-isu politik yang kerap muncul jelang ajang pemilu. Warga tidak akan mudah terpengaruh oleh fenomena yang muncul di permukaan.

"Saya rasa masyarakat sekarang lebih cerdas. Jadi bisa menilai dengan baik setiap peristiwa yang terjadi," tuturnya.

(Baca juga : Uu Ruzhanul dan Daniel Mutaqien, Siapa Paling Tepat Dampingi Ridwan Kamil? )

Uu memastikan, dugaan upaya penggembosan terhadap Ridwan Kamil tidak akan menyurutkan niatnya untuk maju dalam Pilkada Jawa Barat 2018.

Dia mengaku tetap bertanggungjawab atas instruksi partainya yang telah memilihnya sebagai calon wakil gubernur untuk dipasangkan dengan Emil.

"Tanpa mengganggu tugas saya sebagai bupati (Tasikmalaya), saya tetap menjaga kepercayaan yang diberikan partai dengan terus berupaya meningkatkan popularitas dan elektabilitas saya di masyarakat Jawa Barat,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf menilai, spanduk dan baliho bergambar Setya Novanto dan Ridwan Kamil merugikan pria yang akrab disapa Emil tersebut. 

Sebab, masyarakat telah memberi cap negatif kepada Ketua DPR RI tersebut. Dengan adanya spanduk dan baliho dukungan Setnov, publik akan mempersepsikan Wali Kota Bandung didukung Setya Novanto yang tengah dicap negatif oleh publik. 

"Di medsos viral, publik sudah sebal ke Setnov,” kata Asep melalui ponselnya, Senin (27/11/2017).

(Baca juga : Uu Ruzhanul Ulum Pede Dampingi Ridwan Kamil di Pilkada Jabar )

Asep menambahkan, fenomena tersebut bahkan memiki dampak kepada bakal calon pendamping Ridwan Kamil.

Menurut dia, sebaik apapun nama Uu Ruzhanul Ulum, keberadaan spanduk dan baliho dukungan Setnov tersebut diprediksi bakal menggerus elektabilitas bupati Tasikmalaya tersebut.

"Ini berlaku bagi calon wakil gubernurnya juga. Jadi menurut saya Emil dan partai koalisi harus peka. Terlepas siapa yang masangnya, ini kontraproduktif maka harus diperbaiki," jelasnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X