Kompas.com - 28/11/2017, 08:28 WIB
Suasana unjuk rasa ratusan buruh di halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura. Kompas.com/Jhon Roy PurbaSuasana unjuk rasa ratusan buruh di halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura.
|
EditorErwin Hutapea


JAYAPURA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Papua dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Papua akhirnya mendapat kesepakatan bersama dalam merevisi upah minimum provinsi (UMP) yang sebelumnya ditetapkan Rp 2.895.650 menjadi Rp 3.000.000.

Kesepakatan itu diambil setelah perwakilan SPSI melakukan pertemuan tertutup dengan Sekda Papua Hery Dosinaen. Adapun di halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, ratusan orang dari SPSI menggelar aksi unjuk rasa.

"Nilai Rp 3 juta ini sudah bisa menjawab aspirasi kami, senilai Rp 3,2 juta sebelumnya. Kesepakatan ini sudah membuat SPSI dan buruh merasa sangat puas dengan pemerintah daerah," ungkap Ketua SPSI Papua Nurhaidah, Selasa (28/11/2017).

Nurhaidah mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk segera menetapkan revisi nilai UMP 2018. Sebab, dia mengakui ada prosedur UU yang mesti dijalani untuk menetapkan revisi UMP.

"Pastinya revisi yang melebihi formula nilai formula penetapan UMP sebagaimana PP 78/2015 tentang pengupahan, tidak bakal berhadapan dengan sanksi hukum. Makanya, kami sampaikan kepada Sekda bahwa jika nilai penetapan UMP melebihi formula itu tidak ada sanksi hukum,” ujar dia. 

Baca juga: Serikat Pekerja Nilai Penetapan UMP Papua Tidak Sesuai Prosedur

Saat ditanya apakah pihak swasta di Papua mampu membayar gaji sesuai UMP 2018, Nurhaidah mengatakan, sebagian besar perusahaan di Papua bahkan sudah membayar karyawannya di atas Rp 3 juta. Jadi, menurut dia, penetapan UMP yang baru dinilai tak akan bermasalah.

"Perjuangan kami ini bukan hanya tentang angka, tapi bagaimana dalam menetapkan UMP di masa mendatang jangan dengan arogansi. Harus juga melibatkan dewan pengupahan serta survei dan lainnya. Sehingga tahun depan tidak lagi ada demo kepada pemprov karena penetapan UMP yang sepihak,” kata dia.

Sementara itu, Sekda Papua Hery Dosinaen meminta para buruh untuk bersabar menunggu penetapan revisi UMP yang sementara berjalan.

"Harapan saya, para buruh menjaga keamanan dan kedamaian tanah ini. Jadi mari kita bersabar," tutur Hery kepada para pengunjuk rasa.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X