Jokowi: Kalau Minjam Uang, Pakai untuk Modal Usaha Bukan Gagah-gagahan

Kompas.com - 27/11/2017, 21:57 WIB
Presiden Jokowi saat berdialog dengan salah seorang warga yang menerima sertifikat tanah di Lapangan Haji Adam Malik, Pematangsiantar, Senin (27/11/2017). KOMPAS.com/Tigor MunthePresiden Jokowi saat berdialog dengan salah seorang warga yang menerima sertifikat tanah di Lapangan Haji Adam Malik, Pematangsiantar, Senin (27/11/2017).
|
EditorReni Susanti

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Presiden Jokowi membagikan 6.300 sertifikat tanah kepada warga Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Labuhan Batu dan Kabupaten Humbang Hasundutan, Senin (27/11/2017).

Acara penyerahan sertifikat tanah yang dilakukan di Lapangan Haji Adam Malik, Pematangsiantar ini dihadiri sejumlah pejabat. Di antaranya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.

“Untuk Sumatera Utara, dari 3,9 juta baru 1,4 juta atau 30 persen yang menerima bantuan sertifikat tanah. Sama seperti nasional dari 127 juta tapi baru 46 juta yang dapat," ungkap Jokowi. 

"Makanya saya perintahkan Menteri BPN agar penerima sertifikat cepat selesai. Tahun ini target kita 5 juta, tahun depan 7 juta dan tahun depannya lagi 9 juta harus dikeluarkan,” tambahnya.

(Baca juga : BPN Telah Terbitkan Sertifikat 2,6 Juta Lahan)

Jokowi sering mendesak percepatan sertifikat tanah bagi masyarakat. Sebab saat turun ke desa-desa, ia kerap mendengar konflik tanah di tengah masyarakat pedesaan. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang harus merelakan tanahnya karena kalah di pengadilan.

“Kalau sudah pegang sertifikat, berarti hak hukum atas tanah sudah dipegang. Saya pesankan simpan baik-baik, laminating, dan jangan lupa fotokopi. Jadi kalau hilang mudah mengurusnya ke BPN. Apalagi kalau hujan, takutnya kalau ada rumahnya yang bocor bisa rusak,” ujar Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan, kalau pun ada yang ingin “menyekolahkan” sertifikat, maka pergunakan uang pinjaman ke hal-hal positif seperti modal usaha.

“Saya titip pesan lagi, biasanya sertifikat ini disekolahkan. Saya tahu karena saya sering turun ke desa dan kampung-kampung. Saya pesankan agar pakailah bank yang agunannya rendah seperti KUR cuma 9 persen," ucapnya.

"Tapi kalau pinjam uang tolong dihitung kalau tidak cukup. Lebih baik disimpan. Karena kalau keliru hitungnya, sertifikatnya hilang disita bank. Misalnya dapat pinjaman Rp 300 juta, jangan Rp 150 jutanya dibelikan mobil atau motor," tambahnya. 

Sebab, dalam waktu tiga hingga enam bulan selanjutnya sertifikat jadi milik bank ketika tidak mampu mencicil. "Kalau minjam gunakan untuk modal usaha jangan buat gagah-gagahan,” kata Jokowi.

(Baca juga : Jokowi Akan Bagikan 5.700 Sertifikat Tanah kepada Warga Sukabumi )

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Tertangkap Mesum di Mobil, Bupati: Kasus Ini Mencemarkan Nama Baik Pemkab Sampang

ASN Tertangkap Mesum di Mobil, Bupati: Kasus Ini Mencemarkan Nama Baik Pemkab Sampang

Regional
Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Tanpa Dirawat di RS

Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Tanpa Dirawat di RS

Regional
Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Regional
Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Regional
2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

Regional
Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Regional
Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Regional
PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Regional
Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Regional
Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Regional
3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

Regional
30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

Regional
Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Regional
Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Regional
Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X