Diarak Naik Jip, Cak Imin Diangkat Jadi Warga Kehormatan Arema...

Kompas.com - 26/11/2017, 23:16 WIB
Diarak naik jip, Ketua DPP PKB  Muhaimin Iskandar diangkat menjadi warga kehormatan Arema Malang, di Malang, Minggu (26/11/2017).
David Oliver Purba Diarak naik jip, Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar diangkat menjadi warga kehormatan Arema Malang, di Malang, Minggu (26/11/2017).

 

MALANG, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar diangkat menjadi warga kehormatan Arema Malang (Arema), Minggu (26/11/2017).

Sebelumnya, Cak Imin, sapaan Muhaimin, tiba di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, setelah terbang dari Jakarta pukul 08.00 WIB. Ratusan Aremania mengenakan kaus berwarna biru khas fans klub sepak bola Arema telah menunggu di luar bandara untuk konvoi dan mengantarkan Muhaimin ke lokasi acara di daerah Ki Ageng Gribik.

Muhaimin yang sempat mengendarai mobil pribadi akhirnya di tengah jalan memutuskan untuk turun dan naik ke sebuah jip tanpa atap. Layaknya seorang Aremania fanatik, Muhaimin mengenakan kaus bercorak merah putih biru yang di bagian tengahnya bertuliskan "Arema".

Cukup sering Muhaimin melambaikan tangan saat warga yang dilewati memanggil namanya. Di atas mobil, Muhaimin didampingi Ketua DPRD Jawa Timur Cak Halim Iskandar, dan budayawan dan musisi asal Malang, Anto Baret.

Sesampainya di lokasi, Muhaimin langsung disambut sorakan serta tepuk tangan dari Aremania yang hadir. Nyanyian dukungan Arema yang biasanya dinyanyikan di stadion dengan keras terdengar saat itu.

Dari atas panggung, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini juga menyapa warga yang berharap bisa menyalaminya.

Meski terlihat tak fasih dengan lirik lagunya, Muhaimin tetap begitu semangat mengikuti dentuman musik sambil mengepalkan tangannya ke atas.

"Arema.... Salam satu jiwa," Cak Imin menerikkan salam yang menjadi ciri khas Arema.

Tokoh yang didaulat menjadi Panglima Santri Nusantara ini mengaku bangga atas penghargaan yang diberikan oleh warga Kota Malang.  

Ketua DPP PKB  Muhaimin Iskandar diangkat menjadi warga kehormatan Arema Malang, di Malang, Minggu (26/11/2017).
David Oliver Purba Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar diangkat menjadi warga kehormatan Arema Malang, di Malang, Minggu (26/11/2017).

Di mata Muhaimin, Aremania lebih dari sebuah kelompok yang mencintai sebuah klub sepak bola. Semangat persahabatan menjadikan Aremania seperti keluarga dan tetap utuh sampai saat ini.

"Yang paling penting dari Arema adalah semangat dan persahabatan. Semangat merebut kemenangan, tetapi damai dalam persahabatan. Salam satu jiwa adalah semangat itu," ujar Muhaimin.

Secara terpisah, menurut Wali Kota Malang M Anton, Muhaimin diangkat sebagai warga kehormatan Arema karena merupakan representasi pemimpin yang cocok dengan generasi milenilal. Ia memiliki inovasi serta ide-ide segar untuk membangun sebuah negara.

"Kami melihat betapa pentingya sosok milenial menurut masyarakat kita bahwa Cak Imin layak untuk memimpin bangsa ini. Jadi, dengan bangganya Arema menerimanya sebagai warga kehormatan, (sebagai) bapaknya bumi Arema," ujar Anton.

Anton mengatakan, pelopor Gerakan Nusantara Mengaji itu memiliki potensi besar untuk diusung pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

"Mudah-mudahan ini semuanya bentuk kesolidan untuk mendukung Cak Imin ke depan, dan ini menjadi motivasi bagi masyarakat Malang dalam mendukung Cak Imin menjadi Wapres 2019," ujar Anton. (Kontributor Kompas.com/David Oliver Purba)

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorDimas Wahyu
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional