Kompas.com - 26/11/2017, 09:57 WIB
CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono saat memberi pemaparan soal peluang bisnis e-commerce Indonesia dalam kegiatan Bandung Developer Conference 2017 di Trans Luxury Hotel, Bandung, Sabtu (25/11/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANICEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono saat memberi pemaparan soal peluang bisnis e-commerce Indonesia dalam kegiatan Bandung Developer Conference 2017 di Trans Luxury Hotel, Bandung, Sabtu (25/11/2017).
|
EditorAprillia Ika

BANDUNG, KOMPAS.com - Indonesia terus berupaya menjadi pemeran utama dalam bisnis e-commerce. Proyeksi potensi e-commerce di Indonesia yang mencapai 130 miliar dolar AS pada tahun 2020, menjadi pemacu bagi pelaku industri kreatif digital tanah air untuk segera menyiapkan langkah besar.

Berkaca pada peluang itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar Bekraf Developer Conference (BDC) 2017, di Trans Luxury Hotel Bandung, Sabtu (26/11/2017) kemarin.

Ratusan peserta yang terdiri dari akademisi, developer aplikasi, developer games, asosiasi, komunitas, industri dan pemerintah dihadirkan.

Tujuannya, membuat 'kitab suci’ atau panduan bagi para pemangku kepentingan ekonomi kreatif digital dalam mengembangkan produknya agar mampu bertahan dalam menghadapi derasnya persaingan industri digital global.

Baca juga : Hal-hal Ini Dikaji untuk Dasar Pengenaan Pajak E-commerce

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari menyebut, potensi pengembangan e-commerce di Indonesia sangat besar. Namun sayang, saat ini Indonesia masih berstatus sebagai pasar.

"Contohnya di dunia game, Indonesia itu jadi pasar game dunia. Data 2016, kita punya 42 juta gamers. Tapi kita belum jadi produsen, produksi game kita masih kecil," ujar Hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Produksi aplikasi pun hingga saat ini belum menunjukan perkembangan signifikan. Padahal, pemerintah telah merumuskan cetak biru di mana bisnis digital akan jadi tulang punggung ekonomi nasional pada 2025.

"Masalah kita bukan soal kreativitas. Tapi keberlanjutan pengembangan aplikasi yang selalu jadi kendala. Kita terlalu fokus membuat untuk dijual, tanpa menelisik lebih detail soal fungsi aplikasi untuk mengurai masalah lokal. Karena masyarakat pada dasarnya ingin kemudahan. Kalau masyarakat gak tahu gunanya, mereka gak akan pakai," ucapnya.

"Jadi problem utama kita saat ini 50 persen talenta, 30 persen modal, dan sisanya regulasi," tambah Hari.

Sebab itu, lanjut Hari, kinferensi ini dilakukan untuk menyiapkan roadmap yang terukur untuk menciptakan talenta developer lokal yang konsisten dalam pengembangan aplikasi dan permainan digital yang berkualitas dan go international.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.