KILAS DAERAH

Sembari Silaturahim ke Tokoh Ulama, Ganjar Salurkan Zakat ASN Jateng

Kompas.com - 24/11/2017, 17:53 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi tokoh Nahdlatul Ulama, KH Musthofa Bisri di Rembang, Rabu (22/11/2017) malam. Selain bersilaturahim, kunjungan Ganjar ke tokoh ulama di Jateng juga dilakukan untuk penyaluran bantuan dari hasil zakat para ASN di Pemprov Jateng. 
Kompas.com/Andi KaprabowoGubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi tokoh Nahdlatul Ulama, KH Musthofa Bisri di Rembang, Rabu (22/11/2017) malam. Selain bersilaturahim, kunjungan Ganjar ke tokoh ulama di Jateng juga dilakukan untuk penyaluran bantuan dari hasil zakat para ASN di Pemprov Jateng.
|
EditorJosephus Primus

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat dekat dengan ulama. Hal itu dibuktikannya dengan setiap mengunjungi berbagai daerah di Jawa Tengah, Ganjar selalu sowan ke rumah-rumah para tokoh ulama tersebut.

Baru-baru ini, Ganjar menyambangi kediaman tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Musthofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus di kediamannya, Rembang Jateng. Seminggu sebelumnya, Ganjar juga mendatangi kediaman Habib Syech Abdul Qodir Assegaf di Solo.

"Karena kalau dinas luar kota selalu lewat tokoh-tokoh ulama itu, makanya saya selalu mampir. Ini karena saya sudah akrab dengan tokoh-tokoh ulama tersebut, jauh sebelum saya menjadi gubernur juga sering silaturahmi," kata Ganjar di Semarang, Jumat (24/11/2017).

Ganjar juga tercatat mendatangi sejumlah ulama penting di Jateng lain seperti Habib Luthfi Pekalongan, KH Maemun Zubair Rembang, dan lain sebagainya. Bahkan tak hanya sekali, ia selalu mengunjungi tokoh ulama itu saat melintas di daerahnya.

Saat ditanya apakah kunjungan ke sejumlah tokoh ulama tersebut merupakan ajang pencarian dukungan, Ganjar tegas membantah.

"Tidak ada sangkut pautnya dengan mencari dukungan atau pencalonan saya sebagai gubernur, ini karena saya sudah akrab dengan tokoh-tokoh itu," tegas dia.

Salurkan bantuan

Selain bersilaturahim, kunjungan Ganjar ke para tokoh ulama tersebut juga untuk menyalurkan bantuan. Dia mengatakan, Pemprov Jateng memiliki program zakat yang dipotong dari gaji Aparat Sipil Negara (ASN).

"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) mengeluarkan zakat 2,5 persen dari pendapatan. Dana yang terkumpul digunakan untuk membantu pengentasan kemiskinan dan lembaga kegamaan seperti pondok pesantren," terangnya.

Program ini lanjut Ganjar sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan hasilnya ternyata signifikan. Dalam sebulan terkumpul dana Rp 1,6 miliar.

"Dana dikelola bersama Pemprov Jateng dan Badan Amil Zakat Infaq dan Sadaqah (Baznas) Jateng," ucap dia.

Ganjar menerangkan, zakat ASN ini dilatarbelakangi masih banyaknya warga miskin di Jateng yang membutuhkan bantuan. Kemudian, lembaga keagamaan juga sekarang susah mengakses dana bantuan pemerintah karena persyaratan diperketat pemerintah pusat.

"Kalau dana APBD penyalurannya lama dan persyaratannya macam-macam, untuk lembaga seperti pondok harus berbadan hukum, itu yang dikeluhkan sulit. Nah lewat zakat PNS ini ternyata terkumpul dana banyak yang bisa disalurkan lebih gampang," tegas dia.

Selanjutnya, salah satu penyaluran dana itu lanjut Ganjar adalah saat bersilaturahim ke sejumlah tokoh ulama. Besarannya bervariasi antara Rp 70 juta hingga Rp 100 juta. (KONTRIBUTOR JAWA TENGAH/ANDI KAPRABOWO)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Regional
Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Regional
Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Regional
4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Regional
Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Regional
Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Regional
Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Regional
Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Regional
Tol Jakarta-Cikampek Padat, 'Contraflow' Diberlakukan

Tol Jakarta-Cikampek Padat, "Contraflow" Diberlakukan

Regional
Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Regional
Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Regional
Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Regional
Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X