Arti Bahasa Batak yang Diucapkan Jokowi Saat Resmikan Bandara Silangit

Kompas.com - 24/11/2017, 16:48 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Bupati Tapanuli Utara Nixon Nababan (kiri), Menteri BUMN Rini Sumarno (ketiga kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah), Menko bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan (kelima kanan), Menteri Pariwisata Arief Yahya (keempat kanan), Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kedua kanan), dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi (keenam kanan) meninjau fasilitas Terminal Bandara Internasional Silangit di Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (24/11). Presiden berharap dibukanya Terminal Bandara Internasional Silangit menjadi pintu masuk bagi wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan Danau Toba. ANTARA FOTO/Puspa PerwitasariPresiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Bupati Tapanuli Utara Nixon Nababan (kiri), Menteri BUMN Rini Sumarno (ketiga kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah), Menko bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan (kelima kanan), Menteri Pariwisata Arief Yahya (keempat kanan), Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kedua kanan), dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi (keenam kanan) meninjau fasilitas Terminal Bandara Internasional Silangit di Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (24/11). Presiden berharap dibukanya Terminal Bandara Internasional Silangit menjadi pintu masuk bagi wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan Danau Toba.
EditorCaroline Damanik

SIBORONGBORONG, KOMPAS.com — Ada hal unik yang dilakukan Presiden Joko Widodo saat meresmikan Bandara Internasional Silangit, Siborong-borong, Tapanuli Utara, Jumat (24/11/2017).

Presiden yang berbicara dalam bahasa Batak di depan terminal bandara langsung disambut tepuk tangan riuh dari para hadirin.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi mengatakan, kehadiran Bandara Silangit diharapkan mampu menjadi gerbang "Marsipature Huta Na Be" atau gerbang untuk memperbaiki kampung halaman orang Batak demi kemakmuran warga di sekitar.

Apalagi, lanjut dia, Danau Toba menyimpan sejarah bumi dan kekayaan seni budaya suku-suku di Tanah Batak.


"Bukka ma pittu, bukka ma harbangan. Ai nunga rade labuan ni hopal habang internasional (Terbukalah pintu, terbukalah gerbang, karena sudah tersedia lapangan terbang internasional)," ucap mantan Wali Kota Solo itu disambut riuh tepuk tangan.

(Baca juga: Lucunya Ekspresi Gibran Saat "Manortor" di Pesta Adat Kahiyang-Bobby)

Jokowi semakin mencuri perhatian para tamu saat melanjutkan menyampaikan petuah Batak tanpa diterjemahkan.

"Pidong na habang, pasarma barita on tu luat portibi (Oh burung-burung yang terbang, sampaikanlah berita ini ke seluruh penjuru dunia)," tambahnya.

Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam itu selanjutnya menabuh tagading, alat musik khas Batak. Dia berharap agar seluruh pengguna bandara selalu dalam keadaan sehat sejahtera.

"Amang pargonsi nami na malo, baen hamu ma jo gondang na rade tu son. Horas tondi madingin pir tondi matogu, mauliate (Bapak pemain gondang kami yang hebat, tolong mainkanlah musik gondang di sini. Semoga semua jiwa kuat sejahtera, jiwa yang kuat semakin teguh, terima kasih)," ungkapnya lagi disambut seruan 'horas' oleh para tamu.

 


Berita ini telah tayang di Tribun Medan, Jumat (24/11/2017), dengan judul: Di saat Ada Aksi Bukan Batak, Presiden Jokowi Berbahasa Batak Resmikan Silangit

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X