Pergi Beli Pentol, Bocah Kelas 3 SD Dicabuli Pemuda Pengangguran

Kompas.com - 23/11/2017, 14:34 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorReni Susanti

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Bejat betul yang dilakukan pemuda berinisial TR, asal Desa Tattangoh, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan ini.

Pemuda pengangguran ini mencabuli bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 3 di Pamekasan, Senin (20/11/2017) malam, di belakang kantor PDAM Pamekasan.

Kepala Bagian Humas Polres Pamekasan, Ajun Komisaris Osa Maliki menjelaskan, korban keluar dari rumahnya di Bagandang, Kelurahan Bugih, untuk membeli pentol ke Jalan Kabupaten.

Korban kemudian bertemu pelaku yang berpura-pura baik dengan menawarkan tumpangan. Dengan kepolosannya, korban kemudian naik ke motor pelaku.

"Korban tidak langsung diantar ke penjual pentol, tetapi dibawa muter-muter hingga tiba di halaman kantor PDAM Pamekasan," kata Osa Maliki, Kamis (23/11/2017).

(Baca juga : Siswi SD di Seram Tewas Setelah Jadi Korban Pencabulan Gurunya)

Di kantor PDAM itu, korban mengajak ke halaman belakang yang suasananya lebih gelap. Pelaku kemudian meminta korban menuruti apa yang diinginkan pelaku. Hingga akhirnya pelaku mencabuli korban. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum keduanya pergi, ada warga melihat peristiwa tersebut yang kebetulan melintas di jalan depan kantor PDAM.

Kebetulan warga tersebut kenal dengan keluarga korban. Keduanya kemudian dibawa ke rumah korban. Begitu sampai di rumah, pelaku nyaris jadi bulan-bulanan warga. Beruntung emosi warga masih bisa diredam.

Kelurga pelaku sempat datang ke rumah korban untuk menyelesaikan persoalan. Namun keluarga korban memilih melaporkan ke Polres Pamekasan. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Pamekasan. Sedangkan korban dibawa ke rumah sakit.

(Baca juga : Curigai Ada Pencabulan terhadap Anak, Segera Lapor Polisi )

Pelaku pun langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan setelah menjalani pemeriksaan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Pelaku dijerat pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014, sebagaimana perubahan dari UU RI No 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

Kompas TV Atas perbuatannya, pelaku terancam dengan hukuman 15 tahun penjara.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Jekek Optimis Pembangunan 14.142 unit RTLH Wonogiri Selesai Pada 2024

Bupati Jekek Optimis Pembangunan 14.142 unit RTLH Wonogiri Selesai Pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.