Percobaan Bunuh Diri Ketua PN Baubau Diduga Terkait Pemeriksaan Bawas MA

Kompas.com - 22/11/2017, 23:29 WIB
Ketua Komisi Yudisial, Aidul Fitriciada Azhari (baju batik), datang ke Rumah Sakit Siloam Buton di Kota Baubau. KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKEKetua Komisi Yudisial, Aidul Fitriciada Azhari (baju batik), datang ke Rumah Sakit Siloam Buton di Kota Baubau.
|
EditorErwin Hutapea

BAUBAU, KOMPAS.com – Motif upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan Ketua Pengadilan Negeri Baubau Joko Saptono di rumah dinasnya, Selasa (14/11/2017), diduga terkait adanya pemeriksaan yang dilakukan Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung di Pengadilan Negeri Baubau, beberapa waktu lalu.

“Motifnya masih kami tetap dalami, tapi memang ada informasi terkait dengan pemeriksaan Bawas, itu kami belum kami simpulkan sebagai motif pertama. Dugaan sementara demikian, seperti sudah banyak diketahui, tapi kami belum menyimpulkan,” kata Ketua Komisi Yudisial, Aidul Fitriciada Azhari, saat keluar dari Rumah Sakit Siloam Buton di Kota Baubau, Rabu (22/11/2017).

Menurut dia, selama ini Joko Saptono dikenal sebagai orang baik dan dalam kariernya di dunia hukum selama ini juga tidak ditemukan suatu masalah.

“Jadi ini merupakan permasalahan pertama (pemeriksaan Bawas). Nah, itu yang kami coba dalami. Selama ini Kepala PN merupakan hakim yang relatif bersih, kinerja bagus, dan disiplin juga bagus,” ujar dia.

Baca juga: Pasca-operasi, Kondisi Ketua Pengadilan Negeri Baubau Membaik

Di tempat yang sama, Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Mucharam mengatakan, dari sisi kepolisian, saat kejadian rumah dinas Ketua Pengadilan Negeri Baubau, tidak ada tanda-tanda dimasuki orang dan kerusakan di rumah.

“Yang ada di dalam rumah hanya beliau dan istrinya. Ditemukan senjata tajam di sana dan tidak ada tanda-tanda beliau dilukai atau luka karena orang lain. Saat kejadian, istrinya sedang tertidur,” ujar Daniel.

Daniel menambahkan, motif yang sebenarnya bisa diketahui nanti setelah dia berkomunikasi langsung dengan Ketua Pengadilan Negeri nantinya.

“Nanti saya berbicara dengan Ketua Pengadilan lebih lanjut, karena beliau masih labil. Karena yang tahu itu adalah beliau sendiri. Sementara ini, tanda-tanda yang kami ambil dari rekan kerja dan keluarga belum bisa kami buat suatu kesimpulan,” ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Regional
'Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X