Otoritas Bandara Diminta Ikuti Perkembangan Meletusnya Gunung Agung

Kompas.com - 21/11/2017, 21:16 WIB
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, meletus pada Selasa (21/11/2017). Letusan yang terjadi pada pukul 17.05 Wita ditandai dengan asap berwarna kelabu dan abu vulkanik tipis yang membumbung dari puncak kawah dengan tekanan sedang hingga tinggi maksimum 700 meter, dan abu letusan bertiup ke arah timur-tenggara.DOK PVMBG Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, meletus pada Selasa (21/11/2017). Letusan yang terjadi pada pukul 17.05 Wita ditandai dengan asap berwarna kelabu dan abu vulkanik tipis yang membumbung dari puncak kawah dengan tekanan sedang hingga tinggi maksimum 700 meter, dan abu letusan bertiup ke arah timur-tenggara.

DENPASAR, KOMPAS.com - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) Kasbani mengingatkan otoritas penerbangan untuk mengikuti perkembangan Gunung Agung.

Hal itu menyusul terjadinya letusan pada Selasa (21/11/2017) sore. Apalagi menurutnya, kondisi Gunung Agung bisa berubah sangat cepat sewaktu-waktu.

Menurutnya, sebelum kondisi terburuk terjadi, ia mengharapkan ada langkah preventif dari pihak-pihak terkait.

"Seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan agar terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Agung secara rutin karena data pengamatan dapat secara cepat berubah," ujar Kasbani, Selasa (21/11/2017).

(Baca juga : Lama Bikin Cemas, Kenapa Letusan Gunung Agung Cuma Keluarkan Asap?)

Ia juga meminta Pemda beserta jajarannya maupun BNPB segera membantu membangun jaringan komunikasi. Baik melalui telepon seluler, maupun radio terintegrasi. 

Ini diperlukan untuk mengatasi keterbatasan sinyal telepon seluler di antara berbagai pihak terkait mitigasi bencana letusan Gunung Agung.

"Diharapkan agar proses diseminasi informasi yang rutin dan cepat dapat terselenggara dengan baik," kata Kasbani.

Sementara itu Humas Bandara International Ngurah Rai, Bali, Arie Ahsanurrohim mengatakan, letusan Gunung Agung belum memengaruhi aktivitas di Bandara Ngurah Rai.

"Aktivitas bandara masih berjalan aman dan lancar. Penerbangan Lombok-Denpasar dipastikan juga tidak ada indikasi debu vulkanik," pungkasnya.

Kompas TV Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi kembali melakukan pemantuan kawah Gunung Agung menggunakan drone.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorReni Susanti

Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X