Soal Kesaksian Nazaruddin, Ganjar Sebut Itu Rekayasa Berlebihan

Kompas.com - 21/11/2017, 21:16 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat diwawancarai awak media, Senin (20/11/2017). Ganjar ingin produksi rempah di Jateng lebih dioptimalkan agar kepentingan pengobatan masyarakat dapat terpenuhi. Kompas.com/Andi KaprabowoGubernur Jateng Ganjar Pranowo saat diwawancarai awak media, Senin (20/11/2017). Ganjar ingin produksi rempah di Jateng lebih dioptimalkan agar kepentingan pengobatan masyarakat dapat terpenuhi.
|
EditorErwin Hutapea


AMBARAWA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut kesaksian mantan Bendahara Partai Demokrat Nazaruddin untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin kemarin, sebagai keanehan dan rekayasa yang berlebihan.

"Kesaksian Nazaruddin kan sudah dari dulu diomongkan seperti itu. Dia menyebutkan waktunya saja salah. Kata dia, melihat saya terima duit. Bandingkan dengan kesaksian Gamawan Fauzi, bandingkan dengan kesaksiannya ketua komisi. Dia saja tidak menceritakan itu, maka aneh," kata Ganjar saat ditemui seusai membuka Seminar, Rakerda III, dan Harmonisasi Perbarindo DPD Jawa Tengah di Bandungan, Kabupaten Semarang, Selasa (21/11/2017) siang.

Seperti diketahui, saat bersaksi untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin kemarin, anggota majelis hakim mengonfirmasi salah satu poin dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Nazaruddin. Dalam keterangannya, Nazaruddin menceritakan mekanisme penyerahan uang untuk Ganjar sebesar 500.000 dollar AS.

Ganjar menilai banyak inkonsistensi dalam keterangan tersebut.

"Dan yang luar biasa ketika rekayasa dibuat itu, Anda cek sejak dari pertama, Mas. Apakah konsisten angka-angkanya atau tidak. Kedua, dia menyampaikan itu dibagi pada bulan September-Oktober, padahal Bu Mustoko Weni meninggal bulan juni. Maka, saya kira rekayasa sudah sangat berlebihan," ujar Ganjar.

Dia menyadari bahwa menjelang tahun politik akan banyak hal yang ditumpangi untuk kepentingan politik. Pihaknya meminta untuk melihat konsistensinya. Dia juga menyadari bahwa komitmennya terhadap pemberantasan korupsi akan mendatangkan banyak musuh.

"Saya sadar saja karena situasinya mungkin ada penumpang gelap untuk memukul itu. Lihat saja konsistensinya kalau saya rigitnya satu. Ketika kamu konsisten untuk antikorupsi maka pada saat itu musuhmu akan banyak dan diganggu terus-menerus," ucap Ganjar.

Saat ditanya apakah Ganjar akan melaporkan balik Nazaruddin? Ganjar menjawab tidak perlu.

"Nda usah, wong koyo ngono. Ngapusi kok (orang itu bohong kok)," imbuh dia.

Baca juga: Dikonfirmasi Hakim, Nazaruddin Mengaku Lihat Penyerahan Uang ke Ganjar

Sebelumnya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin berkeyakinan bahwa Ganjar Pranowo yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah menerima uang dalam proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Bahkan Nazaruddin mengaku melihat sendiri penyerahan uang kepada Ganjar yang saat itu menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR.

"Semua yang saya sampaikan itu benar, Yang Mulia," ujar Nazaruddin saat bersaksi untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/11/2017).

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X