BrandzView
Konten ini merupakan kerjasama Kompas.com dengan PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP)

Modal Jujur, Bengkel Tukiman Sukses di Perantauan...

Kompas.com - 20/11/2017, 15:58 WIB
Tukiman dan usaha binaan bengkelnya di Riau. Ia memanfaatkan pinjaman dana mitra binaan Rp 5 juta dari PT Riau Andalan Pulp and Papper. Kini, setidaknya akan ada 4-5 sepeda motor yang datang ke bengkelnya setiap hari. 
Dimas WahyuTukiman dan usaha binaan bengkelnya di Riau. Ia memanfaatkan pinjaman dana mitra binaan Rp 5 juta dari PT Riau Andalan Pulp and Papper. Kini, setidaknya akan ada 4-5 sepeda motor yang datang ke bengkelnya setiap hari.
Penulis Dimas Wahyu
|
EditorDimas Wahyu

KOMPAS.com - Rumah putih dengan bilah-bilah kayu itu berdiri tidak jauh dari perbatasan Kabupaten Siak, Riau. Di sekitar bangunan tempat tinggal tersebut, tersisa tanah lapang yang dikelilingi rerimbunan, tempat serpih-serpih sawit bertebaran di sisi kanannya.
 
Dari sebuah celah, seorang pria terlihat duduk di bawah melepas bilah-bilah kayu yang rupanya adalah bagian-bagian dari pintu ruang bengkel. Bilah-bilah vertikal bergesek dan lepas satu per satu ditempa telapak tangan. Sampai akhirnya, semuanya copot.
 
Tampak Man alias Tukiman tetap berada di bawah. Dia membelakangi botol-botol minyak pelumas, mesin pemompa angin, sekumpulan kampas rem, dan aneka perkakas bengkelnya.
 
Man lalu mengajak kami, tamunya, masuk ke ruang depan di sebelah bengkel. Di ruangan itu hanya ada karpet, sertifikat yang dipajang, serta seperangkat audio tahun 1990-an warna hitam yang meliputi pemutar cakram kompak, amplifier, dan dua speaker seukuran karung beras di kanan dan kirinya.
 
"Alhamdulillah ini rumah sudah punya sendiri, ukuran 20 x 50 meter. Ya dari kampung enggak bawa modal apa-apa. Modalnya cuma niat," ujar pria yang mengaku berusia 61 tahun itu.
 
Kalau dihitung-hitung, cukup besar juga rumah Man. Kira-kira sepuluh kali ukuran rumah mungil di kompleks kluster. Dengan ukuran yang sama, entah berapa harganya kalau di Jakarta dan kota besar lainnya.
 
Hasil jerih payah itu diperoleh Man setelah bertahun-tahun pindah dari Lampung tahun 1989 ke tepi Kabupaten Siak ini.
 
Dengan keterbatasan fisik, pria yang aslinya berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, itu ikut pendidikan perbengkelan sepeda motor yang disediakan pemerintah wilayah selatan di Sumatera tersebut.
 
"Bongkar motor ya bisa semua. Total. Misalnya ya, semua motor lalu dibongkar masukkan ke karung goni, kasih ke saya, bisa saya rakit lagi jadi satu. Saya siap," ujar Man seraya mengaku bahwa urusan servis motor di bengkelnya juga dibantu anaknya.
 
Tak mau bayar
 
Ketika itu, musik tidak mengalun dari perangkat audio di rumahnya. Namun, Man mengaku senang mendengarkan lagu dangdut.
 
"Meggy Z, Mansyur S. Kalau favorit saya ya lagunya Ida Laila yang judulnya 'Siksa Kubur'. Pokoknya yang sedih-sedih, sesuai dengan nasib saya. He-he-he," kata Man, yang ditinggal meninggal oleh istrinya karena sakit sekitar lima tahun lalu.
 
Namun, Man cukup sibuk. Setidaknya akan ada 4-5 sepeda motor yang datang ke bengkelnya setiap hari. Jumlah ini dipenuhi dengan kondisi bahwa hanya ada 2-3 bengkel yang beroperasi di seputar wilayah tempat tinggalnya.
 
Dari bengkelnya, uang Rp 1 juta berputar dalam satu hari. Jumlah itu sudah termasuk modal dengan pertimbangan harga suku cadang yang sudah di kisaran ratusan ribu rupiah, misalnya ban yang satuannya berbanderol Rp 150.000.

Tukiman mendirikan bengkel Man di perbatasan Kabupaten Siak. Ia memanfaatkan pinjaman dana mitra binaan Rp 5 juta dari PT Riau Andalan Pulp and Papper. Kini, setidaknya akan ada 4-5 sepeda motor yang datang ke bengkelnya setiap hari. 
Dimas Wahyu Tukiman mendirikan bengkel Man di perbatasan Kabupaten Siak. Ia memanfaatkan pinjaman dana mitra binaan Rp 5 juta dari PT Riau Andalan Pulp and Papper. Kini, setidaknya akan ada 4-5 sepeda motor yang datang ke bengkelnya setiap hari.

Namun, kata Man, ada saja orang yang tidak membayar hasil kerjanya. Ia menyebut bahwa pelanggan ini antara lain buruh panen yang memang kesulitan uang.
 
"Ya namanya orang. Sudah ditolong ya begitu. Tiba-tiba motornya rusak, duitnya enggak ada. Minta tolong. Rusak berat sebenarnya. Dia bilang nanti kalau sudah gajian dibayar. Ternyata sudah gajian berapa tahun ya enggak dibayar," kata Man.
 
Uniknya, Man mengaku bukan orang yang mudah menagih. Jadi, ia memilih diam dan mengaku mencoba paham ketika orang tidak bisa membayar karena memang tidak bisa.
 
"Akhirnya kan jadi dia yang malu sendiri enggak berani ke sini lagi. Paling kalau sudah mualas (logat Jawa Timur), saya bilang, 'Waduh banyak kerjaan aku ini.' Itu artinya saya sudah paling marah," akunya.
 
Penilaian terbaik
 
Suatu kali, Man juga pernah ditipu orang saat berada di Lampung. Ada perwakilan sebuah perusahaan yang memanfaatkan namanya sebagai penerima dana bantuan.
 
"Ya sampai ke saya, tetapi cuma berapa persennya. Jadi saya takut kejadian seperti itu. Ya mungkin rezekinya memang bukan buat saya, tetapi ya cuma mbok yao jangan begitu," ujarnya.
 
Beruntung, belakangan ini kondisinya membaik setelah salah seorang keponakannya yang menjadi pekerja honorer di PT Riau Andalan Pulp and Papper (RAPP) menyarankan namanya untuk masuk daftar mitra binaan.
 
Dana Rp 5 juta kemudian dipinjamkan dengan pengembalian cicilan sepuluh kali selama sepuluh bulan. Namun, fleksibel, cicilan rupanya bisa dibayarkan ketika Man cukup uang. Walau begitu, dia dinilai konsisten.
 
"Yang bersangkutan (koordinator mitra binaan) pun langsung saya ajak belanja (stok suku cadang untuk bengkel). Duitnya biar dia kantongi dulu. Aku belanja, dia yang kusuruh bayar. Biar tahu. Bonnya pun dia yang bawa," ujar Man.
 
Tidak heran, kejujuran itu menjadi pertimbangan penting bagi pihak RAPP. Ia mendapatkan sertifikat sebagai mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbaik, termasuk karena usahanya yang menghasilkan, seperti dikatakan Raden Ade Pramono, koordinator mitra binaan UMKM dari RAPP.

Kejujuran Tukiman atau Man menjadi pertimbangan penting bagi pihak RAPP. Ia mendapatkan sertifikat sebagai mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbaik, termasuk karena usahanya yang menghasilkan.Dimas Wahyu Kejujuran Tukiman atau Man menjadi pertimbangan penting bagi pihak RAPP. Ia mendapatkan sertifikat sebagai mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbaik, termasuk karena usahanya yang menghasilkan.

"Ia terbaik dari 32 bengkel mitra binaan RAPP. Untuk total ada 73 mitra, ada bengkel, tata boga, menjahit, salon, kedai kopi. Alhamdulillah Pak Man poinnya paling tinggi. Kadang kan ada orang yang dimodali ya habis saja, mau belanja modal lagi tidak bisa," kata Ade.
 
Dana tersebut dipinjamkan, bukan diberikan begitu saja untuk menghidupkan ekonomi kecil seperti Man. Dana itu sendiri disebut "revolving fund" atau dana bergulir. Tidak ada bunga, dan hasilnya diteruskan bergantian ke pelaku-pelaku usaha kecil lainnya.
 
"Kalau dengan pinjaman modal usaha ini, lalu ada cicilan, mitra usaha kita juga ikut punya rasa memiliki. Kalau cuma dana hibah, tidak terlalu jalan. Makanya kami monitor, kami dampingi, ya alhamdulillah berjalan," ujar Ade.
 
Man sendiri memang memanfaatkan sebaik mungkin segala bantuan dari RAPP. Selain modal bengkel, Man juga memanfaatkan akses berjualan sayur dengan mobil di kompleks RAPP yang seringnya laris, dan kini berpindah ke usaha penampungan berondolan atau buah yang rontok dari pohon sawit.
 
"Saya sambil beli sawit sedikit-sedikit di sini. Orang bawa sini, perintilan di samping rumah, ditampung. Ada yang jual cuma 10 kg, 100 kg. Nanti ada tauke yang tampung. Kalau sedang ramai sehari bisa satu mobil penuh, bisa berton-ton," kata Man.
 
Usaha membeli berondolan sawit dan bengkel di tempat tinggalnya di Desa Gabung Makmur tersebut jadi pilihan bagi Man karena menyesuaikan dengan kondisi fisiknya.
 
"Ya kalau aku mau usaha kayak kawan-kawan, ya enggak bisa. Orang lain bisa melangkah bebas, kalau aku ya (pilih usaha) yang di rumah," ujar Man.
 
Pria yang mulai mengalami kelumpuhan saat kira-kira berusia 12 tahun usai sakit panas itu hanya berpesan, dalam usaha, kita tidak usah terlalu khawatir dengan pesaing.
 
"Yang penting kerjanya. Orang ya menilai kerjanya. Kalau (kerja di bengkel) ganti ya bilang ganti, kalau enggak ya enggak," ujar Man.
 


Baca tentang

Sumber kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.