Sakit, 16 Warga yang Dievakuasi dari Penyanderaan KKB Dibawa ke RSUD Mimika

Kompas.com - 17/11/2017, 23:56 WIB
Salah satu warga yang dievakuasi mengalami sakit dan dibawa ke rumah sakit. Humas Polda PapuaSalah satu warga yang dievakuasi mengalami sakit dan dibawa ke rumah sakit.
|
EditorFarid Assifa

JAYAPURA, KOMPAS.com - Sebanyak 16 orang yang dievakuasi dari Kampung Kimberly, Banti dan Utikini di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, yang selama ini dikuasai oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), harus dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Jumat (17/11/2017).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menjelaskan, 16 warga tersebut harus diberi tindakan medis karena mengalami pusing dan sesak nafas.

"Diduga mereka sakit karena mengalami psikis trauma yang berkepanjangan karena kurang lebih 1 bulan mereka terisolir oleh kelompok kriminal bersenjata," katanya, Jumat malam.

Di antara 16 orang tersebut, lanjut Kamal, ada satu orang ibu hamil yang mengalami sesak nafas dan harus segera diberi tindakan medis.

"Kini mereka yang dievakuasi ditampung sementara di gedung Tongkonan (rumah pertemuan masyarakat Toraja) dan gedung Graha Emenemo Yoware milik pemerintah setempat," katanya.

Baca juga : 344 Warga yang Disandera KKB Dievakuasi ke 2 Lokasi Penampungan di Papua

Langkah-langkah kepolisian setelah evakuasi, lanjut Kamal, adalah menerjunkan tim satgas terpadu untuk mendata warga yang telah dijemput keluarganya dan yang masih berada di posko. Lalu sesuai permintaan, pada esok hari mereka akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

"Para tim medis yang disiapkan yaitu dari tim kesehatan TNI dan Polri, RSUD Mimika dan PMI Kabupaten Mimika dengan melakukan tindakan medis kepada warga yang membutuhkan pelayanan medis seperti pusing dan sesak nafas," jelasnya.

Adapun 344 orang warga yang dievakuasi terdiri dari 104 orang pria dewasa, 32 wanita dewasa dan 14 orang anak-anak yang berasal dari Kampung Kimberly. Lalu 153 pria dewasa, 31 orang perempuan dewasa dan 10 orang anak-anak berasal dari longsoran Kampung Banti. Semua yang dievakuasi merupakan warga non Papua.

Baca juga : Kapolda Papua: Evakuasi Warga Sempat Dapat Perlawanan dari KKB

Kamal menambahkan, masyarakat asli papua yang lahir dan besar di Kampung Kimberly dan Banti dan daerah longsoran meminta agar tidak dievakuasi.

“Tapi, mereka meminta jaminan perlindungan dari aparat untuk tetap di kampung tersebut, sampai situasi kembali aman dan kondusif. Namun ada beberapa masyarakat lokal yang meminta dievakuasi ke Timika, karena keluarganya berada di sana,” tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X