Peduli dengan Petani, Brigadir Esa Bagikan Pupuk Organik Gratis

Kompas.com - 17/11/2017, 15:02 WIB
Brigadir Esa Prasetyo membagikan pupuk cair organik kepada petani di dekat rumahnya di Desa Alue Liem, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (17/11/2017). KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBOBrigadir Esa Prasetyo membagikan pupuk cair organik kepada petani di dekat rumahnya di Desa Alue Liem, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (17/11/2017).
|
EditorErwin Hutapea


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Seorang personel Kepolisian Sektor Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Brigadir Esa Prasetyo, sebulan terakhir mempunyai kegiatan baru. Dia memproduksi pupuk organik dari bahan ragi tape.

Pupuk cair itu lalu dibagikan kepada sejumlah petani di kecamatan tersebut. Brigadir Esa menyebutkan, dia mendapat ide awal membuat pupuk itu saat melihat kelangkaan pupuk yang kerap dirasakan petani.

“Lalu saya lihat-lihat dari internet, saya coba tes, eh ternyata hasilnya bagus. Tumbuhan subur juga,” kata Brigadir Esa, Jumat (17/11/2017).

Dalam skala kecil, sambung Brigadir Esa, bahan pupuk yang digunakan yaitu gula merah satu kilogram, batang pisang yang diambil bagian tengahnya, serta dicampur tiga buah ragi tape, empat botol botol yogurt sebagai pengurai, dicampur 10 liter air.


“Batang pisang akan lebih bagus kalau yang sudah berbuah. 10 liter air itu bisa dimasukkan dalam ember,” ucap dia.

Lalu ember itu ditutup selama 10 hari, kemudian pupuk cair tersebut siap digunakan. Esa menyebutkan, penggunaan pupuk cair itu telah beberapa kali diuji coba bersama petani.

“Pupuk ini lebih baik untuk padi, cabai, dan tumbuhan kacang-kacangan, segala jenis kacang maksud saya. Dia bisa merangsang padi tumbuh sempurna, bulir yang banyak dan mengatasi hama daun dan penggerek batang,” ujar dia.

Cara menggunakannya, sambung Esa, yaitu 10 cc cairan pupuk itu dilarutkan ke dalam lima liter air. Setelah itu langsung bisa disemprotkan ke tanaman padi.

Baca juga: Ikan Laut Dijual Murah, Sandi Ciptakan Pupuk Organik Bio Fish

Dia menyebutkan, untuk ternak bisa juga digunakan. Pupuk ini disemprotkan ke pakan ternak. Gunanya untuk merangsang pertumbuhan daging ternak dan mencegah penyakit yang diidap ternak.

Saat ditanya apakah sudah diuji di laboratorium, Esa menyebut belum pernah mengujinya ke laboratorium. “Tapi saya sudah uji di tanaman sendiri, saya uji di cabai dan kacang. Aman kok untuk dikonsumsi cabai dan kacangnya,” tutur dia.

Dia berharap ke depan akan memproduksi secara massal pupuk cair tersebut. Semua biaya produksi selama ini menggunakan uang gajinya sebagai personel polisi.

“Hanya ini yang bisa saya bagikan ke masyarakat, semoga bermanfaat,” kata dia.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman mengapresiasi kegiatan Brigadir Esa. Dia merasa bangga memiliki personel yang mengabdi kepada petani.

“Tentu itu kebahagiaan kita, saya bangga kepadanya dan semoga ini bermanfaat untuk petani,” ujar AKBP Hendri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Regional
Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Regional
Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Regional
Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Regional
Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Regional
Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Regional
Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Regional
Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X