9 Terdakwa Penganiaya Taruna Akpol Divonis 6 Bulan Penjara

Kompas.com - 17/11/2017, 13:25 WIB
Sejumlah taruna akpol akhirnya hadir di PN Semarang untuk mengikuti sidang dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia. Mereka hadir mengakan pakaian batik, Selasa (19/9/2017). Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko PamungkasSejumlah taruna akpol akhirnya hadir di PN Semarang untuk mengikuti sidang dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia. Mereka hadir mengakan pakaian batik, Selasa (19/9/2017).
|
EditorReni Susanti

SEMARANG, KOMPAS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah memvonis enam bulan penjara terhadap 9 dari 14 terdakwa penganiyaan taruna Akpol. Mereka terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 170 ayat 1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan pidana enam bulan penjara," kata ketua majelis Hakim Casmaya, membacakan amar putusan, Jumat (17/11/2017).

Sembilan terdakwa ini antara lain Joshua Evan Dwitya Pabisa, Reza Ananta Pribadi, Indra Zulkifli Pratama Ruray, Praja Dwi Sutrisno, Aditia Khaimara Urfan, Chikitha Alviano Eka Wardoyo, Rion Kurnianto, Erik Aprilyanto, dan Hery Avianto. 

Hakim menjelaskan, seluruh unsur dalam pasal tersebut telah terbukti. Karenanya, para terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana sesuai pasal dimaksud.


(Baca juga : Alasan 9 Terdakwa Penganiayaan Taruna Akpol Minta Dibebaskan)

Hakim juga mempertimbangkan hal memberatkan serta meringankan sebagai bahan keputusan. Para terdakwa, kata hakim, terbukti tidak melakukan penganiayaan secara langsung kepada korban Brigdatar Muhammad Adam.

Penganiayaan hingga Adam meninggal dunia tidak dilakukan oleh para terdakwa. "Selain itu, ibu kandung korban (taruna II) juga telah memaafkan dan menyerahkan proses hukum ke institusi Akpol," ucap hakim.

Hukuman enam bulan juga didasarkan pada keterusterangan terdakwa, mereka juga berdamai dengan taruna tingkat II. Hakim juga mempertimbangkan masa depan para terdakwa yang dinilai calon perwira terbaik bangsa yang masih memiliki masa depan panjang.

Perbuatan yang dilakukan para terdakwa disebut bukan sebagai upaya balas dendam, tapi pembinaan. Vonis yang dijatuhkan hakim sendiri lebih rendah 1 tahun ketimbang tuntutan jaksa yang meminta 1,5 tahun penjara.

(Baca juga : Penganiayaan Taruna Akpol, Komandan Suku Dituntut 3 Tahun Penjara )

"Hal memberatkan perbuatan terdakwa merusak nama baik institusi Akpol," tambah hakim.

Langsung Bebas

Usai divonis enam bulan, 9 terdakwa akan terbebas dari tahanan. Pasalnya mereka ditahan sejak 21 Mei 2017.

Meski demikian, kedua belah pihak masih memilih untuk pikir-pikir terlebih dulu. Hakim pun memberikan waktu 7 hari untuk menentukan sikap. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng 'All Star Timuran' yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng "All Star Timuran" yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Regional
Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Regional
Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X