Dua Pelajar Hanyut Terbawa Banjir di Magetan, Satu Orang Tewas

Kompas.com - 16/11/2017, 23:47 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COMIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

MAGETAN, KOMPAS.com - Satu pelajar SD dilaporkan tewas dan satu siswa SMA hilang setelah keduanya terseret arus banjir di saluran air pinggir ruas jalan Karya Dharma, Desa Ringinangung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis (16/11/2017) sore.

"Satu korban tewas yang ditemukan atas nama Arega Rafasta (11), warga Desa Ringinagung. Sementara satu pelajar yang masih hilang bernama Fabustam Abu Amar (16) tetangga korban pertama," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, Kamis (16/11/2017) malam.

Menurut Fery, jasad Arega ditemukan sudah tak bernyawa di lokasi satu kilometer dari titik pertama korban menghilang. Sementara korban kedua, Fabustam belum ditemukan jasadnya.

Fery menuturkan, petaka yang menimpa dua siswa itu bermula saat terjadi hujan deras di wilayah Kabupaten Magetan sejak pukul 12.00 WIB. Hujan yang tak kunjung reda mengakibatkan luapan terjadi di hampir seluruh jalan protokol sore harinya.

Kondisi itu malah digunakan anak-anak melakukan kegiatan bermain di lokasi banjir genang. Tak berapa lama kemudian dilaporkan dua korban terseret arus deras dan masuk ke gorong-gorong saluran air sekitar pukul 15.40 WIB.

Baca juga : Tiga Orang Tewas Tenggelam akibat Jembatan di Tanggamus Putus

Ferry menambahkan, BPBD bersama Polsek Magetan, Koramil Magetan, Basarnas Pos SAR Trenggalek, PMI, Tagana, SR (Sedekah Rombongan), Perangkat Desa Ringinangung dan PU PR membuka Pos Bersama Lokasi di Desa Ringinangung.

Pencarian satu korban yang hilang akan dilanjutkan pada Jumat (17/11/2017) pagi.

"Tadi pencarian korban hilang kami lakukan hingga pukul 20.00 WIB. Besok pagi kami lanjutkan lagi," kata Fery.

Baca juga : Tugboat Tenggelam di Laut Pongok, 6 Awak Kapal Hilang

Kompas TV Korban selamat mengaku telah membayar 50 ribu Kyat atau sekitar Rp 50 ribu untuk melarikan diri ke Banglades.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal RS Ummi, Polisi Berencana Minta Keterangan IDI dan Sejumlah Ahli

Soal RS Ummi, Polisi Berencana Minta Keterangan IDI dan Sejumlah Ahli

Regional
Bawaslu Gunungkidul Telusuri Video Viral Bagi-bagi Uang

Bawaslu Gunungkidul Telusuri Video Viral Bagi-bagi Uang

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Dugaan Pemicu hingga Kata Ridwan Kamil

Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Dugaan Pemicu hingga Kata Ridwan Kamil

Regional
Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Regional
1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X