Kompas.com - 14/11/2017, 19:31 WIB
Ilustrasi minuman beralkohol dan minuman energi CIPhotosIlustrasi minuman beralkohol dan minuman energi
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 13 siswa di SD Islam Riyadlul Mubtadiin di Desa Kedok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, keracunan minuman kemasan yang dijual di lingkungan sekolah, Selasa (14/11/2017).

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fatoni mengatakan, 13 siswa yang mengalami keracunan itu masih duduk di bangku kelas 4. Mereka adalah Rizky Karisma, Bintan Hasyah Safi, Kaila Rafisyah, Haifa Rahman, Nurin Icha Harilahtul Nisa, Jasmin Kristiadi Islami, Chaila Safira dan Vigo Zamhimo.

Selain itu, Lilan Aljulain, Damial Radial, Haza Sahira, Dafa Nur dan M Nazema.

Awalnya, saat jam istirahat sekitar pukul 10.00 WIB, para siswa membeli jajanan kepada penjual yang ada di lingkungan sekolah. Termasuk membeli minuman kemasan yang diduga menjadi penyebab para siswa keracunan.

"Banyak anak-anak yang membeli minuman kemasan, di mana menurut anak-anak minumannya pahit," katanya melalui pesan tertulis kepada Kompas.com.

Tidak lama setelah meminum minuman kemasan itu, para siswa mengalami mual-mual. Melihat kejadian itu, pihak sekolah langsung menghubungi petugas Puskesmas Turen.

Baca juga : 11 Warga di Karawang Keracunan Gas PT Pindodeli 2

Sebanyak 11 siswa akhirnya harus dibawa ke Puskesmas Turen untuk menjalani perawatan. Sementara dua siswa lainnya tetap di sekolah karena keracunannya tidak terlalu parah.

"Dua anak tidak dibawa ke puskesmas karena sudah sembuh," jelasnya.

Sampai sejauh ini, sebagian siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Turen sudah bisa dipulangkan. Sebagian lagi masih bertahan di puskesmas karena harus menjalani observasi.

"Dari 11 anak yang dibawa ke puskesmas sudah delapan anak yang boleh pulang, sedangkan yang tiga anak masih observasi di puskesmas," katanya.

Baca juga : Puluhan Warga Sukabumi Diduga Keracunan Setelah Santap Bubur

Pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terkait kejadian itu dan mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga menjadi penyebab siswa keracunan.

Kompas TV Puluhan Warga Sukabumi, Jawa Barat, mengalami keracunan seusai menyantap bubur ayam. Selain korban orang dewasa, terdapat sejumlah anak balita.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.