BBKSDA NTT Amankan Kerapas Penyu Sisik di Bandara El Tari Kupang

Kompas.com - 11/11/2017, 14:41 WIB
Lembaga Swadaya Masyarakat Profauna menyempatkan diri mengabadikan temuan gelang dan aksesoris lain berbahan karapas penyu sisik, satwa dilindungi. Gelang bahan karapas penyu menjadi salah satu aksesoris paling banyak dijual di beberapa lapak di Berau. Profauna Lembaga Swadaya Masyarakat Profauna menyempatkan diri mengabadikan temuan gelang dan aksesoris lain berbahan karapas penyu sisik, satwa dilindungi. Gelang bahan karapas penyu menjadi salah satu aksesoris paling banyak dijual di beberapa lapak di Berau.
|
EditorAprillia Ika

KUPANG, KOMPAS.com - Polisi Khusus Kehutanan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan petugas Aviation Security Bandara El Tari Kupang mengamankan kerapas penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

Kerapas Penyu yang dimasukan dalam sebuah paket yang dikemas dalam sebuah dus itu berhasil diamankan setelah terdeteksi Xray di terminal keberangkatan Kargo Bandara El Tari Kupang, Rabu (10/11/2017).

Kepala Balai Besar KSDA NTT Tamen Sitorus mengatakan, berdasarkan dokumen pengiriman, barang atau paket tersebut akan dikirim ke Jakarta dari Kabupaten Sabu Raijua dan transit di Kupang.

"Petugas aviation security Bandara El Tari Kupang selanjutnya menghubungi personel Polisi Hutan yang bertugas di bandara. Setelah paket dibuka, ditemukan satu buah kerapas penyu sisik (Eretmochelys imbricata), tiga buah cincin yang dibuat dari kerapas penyu, serta sebuah taring yang dicurigai merupakan taring babi," jelasnya.

Selanjutnya kata Sitorus, barang tersebut diamankan oleh petugas satuan tugas pengawasan peredaran TSL diBandara El Tari Kupang.

Menurut Sitorus, Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) merupakan salah satu satwa yang dilindungi.

Sitorus menjelaskan, di dunia terdapat tujuh jenis penyu, dimana enam diantaranya ada di Indonesia, seluruhnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa sudah dinyatakan dilindungi.

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 21 ayat 2 huruf b, menyebutkan bahwa

Setiap orang dilarang untuk menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati," ucapnya.

Selanjutnya pada huruf c yakni mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.

Kemudian huruf d yaitu memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.

"Saat ini kerapas penyu sisik itu sudah kita amankan di kantor BBKSDA NTT,"tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X