Ganjar Pranowo Terpincut "Aserehe"

Kompas.com - 09/11/2017, 19:11 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi satu persatu stand makanan dalam acara festival Kekayaan Pangan Jawa Tengah yang diselenggarakan DPP PDIP Jateng, Kamis (9/11/2017). Ganjar ingin ke depan ada featival khusus untuk acara serupa. Kompas.com/Andi KaprabowoGubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi satu persatu stand makanan dalam acara festival Kekayaan Pangan Jawa Tengah yang diselenggarakan DPP PDIP Jateng, Kamis (9/11/2017). Ganjar ingin ke depan ada featival khusus untuk acara serupa.
|
EditorJosephus Primus

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sempat kebingungan saat menghadiri acara Festival Kekayaan Pangan Jawa Tengah yang digelar DPD PDIP Jateng di Panti Marhaen, di Jalan Brigjen Katamso Kota Semarang, Kamis (9/11/2017). Bagaimana tidak, setiap perwakilan daerah selalu meminta Ganjar untuk melihat sekaligus mencicipi aneka olahan makanan dari ikan tersebut.

Dengan ramah, Ganjar yang datang mengenakan kemeja merah mendatangi satu per satu gerai yang ada. Tanpa canggung, suami Siti Atiqoh Supriyanti ini langsung mencicipi aneka makanan dan minuman yang disajikan. "Ini enak sekali, mantap. Ini terbuat dari ikan ya," kata Ganjar saat mencicipi penganan bola-bola ikan yang dibuat salah satu gerai peserta.

Ganjar juga meminum aneka minuman rempah yang disajikan di itu. Ia bahkan menghabiskan satu gelas dan langsung mengacungkan jempolnya. "Ini minuman apa? Rasanya enak sekali," tanya Ganjar.

Penunggu gerai bernama Rahayu langsung menjawab bahwa minuman tersebut dinamakan "aserehe". Minuman itu adalah minuman kesehatan asal Kabupaten Cilacap. "Aserehe itu singkatan dari asem, jahe, sere hee enaknya," jawab Rahayu disambut tawa Sang Gubernur.

Usai acara, Ganjar mengaku jika kreativitas masyarakat Jawa Tengah tidak perlu diragukan lagi. Salah satu buktinya dengan adanya Festival Kekayaan Pangan Jawa Tengah yang digagas DPD PDIP Jateng ini.

"Dari sini kita bisa melihat bagaimana kreasi olahan makanan dan minuman masyarakat Jateng sangat tinggi. Mereka mampu menghasilkan aneka makanan yang tidak biasa, meskipun bahan yang digunakan biasa saja," kata dia.

Ganjar mencontohkan, dalam pengolahan, ternyata ikan dapat dikonsumsi dengan banyak cara. Tidak monoton digoreng, namun dapat dibuat seperti bola-bola ikan dan hasil kreasi lainnya.

"Jadi anak yang tidak suka makan ikan, bisa tetap makan ikan dengan kreasi yang menarik dari bahan baku ikan segar semacam ini," terangnya.

Melihat banyaknya hasil kreasi makanan dan minuman Jawa Tengah, Ganjar menyampaikan bahwa perlu adanya festival khusus minuman dan makanan tradisional khas Jawa Tengah. Menurutnya, festival itu dirasa penting agar kreativitas masyarakat semakin meningkat. "Harus ada (festival), biar semakin mantap," pungkasnya.

Festival Kekayaan Pangan Jawa Tengah tersebut diselenggarakan oleh DPD PDIP Jateng dalam rangka acara Rapat Konsolidasi Tiga Pilar Partai. Selain Ganjar, dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP Puan Maharani, dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. (KONTRIBUTOR JAWA TENGAH/ANDI KAPRABOWO)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Regional
25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

Regional
Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Regional
Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Regional
Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Regional
Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Regional
Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

Regional
Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X