Kompas.com - 08/11/2017, 06:57 WIB
Kapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Djoko Julianto saat menemui awak media di Dermaga Wijayapura, Selasa (7/11/2017) malam. (KOMPAS.com / M Iqbal Fahmi)Kapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Djoko Julianto saat menemui awak media di Dermaga Wijayapura, Selasa (7/11/2017) malam.
|
EditorErwin Hutapea

 

CILACAP, KOMPAS.comSebanyak tiga korban luka dalam keributan antar-narapidana (napi) di Lapas Permisan, Nusakambangan, Selasa (7/11/2017) malam, telah dipulangkan ke Pulau Nusakambangan, Cilacap.

Mereka yakni Jhon Refra alias Jhon Kei, Wendri Yanto Warta Bone, dan Muhamad Asrul Sidik yang sempat dilarikan ke RSUD Cilacap karena mengalami luka di tubuhnya.

Dari pantauan Kompas.com di Dermaga Wijayapura, Cilacap, petugas kepolisian berjaga di gerbang lapas dan mengisolasi lalu lintas penyeberangan saat pemulangan ketiga napi itu.

Kapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Djoko Yulianto mengatakan, jenazah korban tewas atas nama Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Ondy bin Robert Freddy Siburian saat ini berada di kamar mayat RSUD Cilacap.

Baca juga: Kerusuhan di Nusakambangan, Korban Tewas Anggota Kelompok Jhon Key

“Dari hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami luka benturan di kepala dan sobek di bagian punggung sebelah kanan,” kata Djoko.

Sesuai pemeriksaan sejumlah saksi, bentrokan diawali dari cekcok beberapa napi yang menyulut emosi teman-temannya. Perselisihan pun meluas dan berujung aksi saling pukul.

Mobil Ambulans khusus Pemasyarakatan Nusakambangan yang membawa korban luka akibat kerusuhan di Lapas Permisan memasuki gerbang Dermaga Wijayapura, Selasa (7/11/2017) malam. (KOMPAS.com / M Iqbal Fahmi) Mobil Ambulans khusus Pemasyarakatan Nusakambangan yang membawa korban luka akibat kerusuhan di Lapas Permisan memasuki gerbang Dermaga Wijayapura, Selasa (7/11/2017) malam.

Djoko menambahkan bahwa bentrokan tersebut bukan aksi saling serang antara kelompok Jhon Kei dan kelompok napi terorisme.

“Bukan, yang bertikai semua napi yang sedang berbaur di situ (lapangan). Ada dari narkoba, pidana umum, dan ada beberapa napi kasus terorisme juga,” ungkap dia.

Kerusuhan itu berakhir setelah petugas Lapas dan anggota Kepolisian Subsektor Nusakambangan melerai para napi yang bertikai. 

Kepolisian terus mendalami latar belakang aksi saling serang tersebut dan memeriksa sedikitnya 25 orang saksi, baik napi yang terlibat maupun penjaga lapas yang bertugas. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X