Kompas.com - 07/11/2017, 06:09 WIB
|
EditorErwin Hutapea


KEDIRI, KOMPAS.com - Petugas yang melakukan pencarian terhadap pendaki yang terjebak di kawasan puncak Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur, Senin (6/11/2017), berhasil mengidentifikasi lokasi korban, tetapi evakuasi belum bisa dilakukan.

Para pendaki tersebut terjebak di samping Gunung Sumbing yang berlokasi di sebelah selatan kawah Gunung Kelud. Lokasi ini berjarak sekitar tujuh kilometer dari pos pantau Kelud yang ada di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Hingga Selasa (7/11/2017) pukul 01.00 WIB, petugas masih berjibaku menuju lokasi tersebut. Para petugas itu terdiri dari personel Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kediri, serta tim medis. Mereka dipandu warga sekitar.

"Rombongan sedang melakukan penjemputan ke lokasi," ujar Suprapto, salah seorang warga lokal yang turut serta menjadi relawan dalam evakuasi itu.

Baca juga: Sadar Bencana, Desa di Gunung Kelud ini Bentuk Sekolah Siaga Bencana

Suprapto menambahkan, tim menghadapi tantangan lapangan yang cukup sulit untuk bisa menjangkau para korban. Hal itu terjadi karena medan yang cukup terjal ditambah dengan gelapnya malam.

Sebelumnya diberitakan, ada sembilan orang yang terdiri dari empat laki-laki dan lima perempuan yang terjebak di puncak Kelud. Mereka mayoritas berasal dari luar kota dan mengambil start pendakian dari arah Gandusari, Kabupaten Blitar, pada Senin (6/11/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kabar tersesatnya para pendaki itu bermula saat Efendi, salah seorang pendaki lokal Blitar, berhasil menghubungi kerabatnya yang ada di Blitar pada Senin petang. Efendi mengabarkan kondisinya dan para pendaki lainnya yang kelelahan di atas gunung.

Bahkan salah satunya, yakni seorang pendaki perempuan, tengah tidak sadarkan diri sejak pukul 15.00 WIB dan satu lagi lemas karena penurunan daya tahan tubuh.

Kerabat yang menerima informasi tersebut kemudian meneruskannya dengan melapor kepada aparat kepolisian setempat sekitar pukul 18.00 WIB. Dari laporan itu, pencarian kemudian dilakukan dengan melibatkan beberapa unsur dan lintas daerah.

Sebagai informasi, Gunung Kelud yang secara geografis diapit tiga daerah, yaitu Malang, Kediri, dan Blitar, itu mengalami letusan eksplosif pada 2014. Saat itu tumpahan material vulkanis memenuhi areal gunung.

Kondisi material yang masih labil ditambah dengan intensitas hujan akhir-akhir ini yang lumayan tinggi cukup memaengaruhi medan pendakian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.