Kemahalan, Anggota Dewan Ini Minta Tarif Tol Bawen-Salatiga Diturunkan

Kompas.com - 06/11/2017, 16:59 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan Jalan Tol Bawen-Salatiga, Senin (25/9/2017). Kompas.com / Hilda B AlexanderPresiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan Jalan Tol Bawen-Salatiga, Senin (25/9/2017).
|
EditorReni Susanti

UNGARAN, KOMPAS.com - Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto meminta PT Trans Marga Jateng (TMJ) sebagai pemegang konsesi jalan tol Semarang-Solo menurunkan tarif ruas Bawen-Salatiga.

Ia mengaku mendapat keluhan dari masyarakat. Mereka menilai tarif tol terindah di Indonesia ini mahal sehingga masyarakat enggan memanfaatkan jalan bebas hambatan tersebut Kecuali dalam kondisi mendesak.

"Banyak masukan dari masyarakat, tarifnya terlalu mahal. Sehingga kebanyakan masyarakat hanya menggunakan jika mendesak atau terpaksa. Kalau tidak mendesak, mereka tidak mau memanfaatkan jalan tol," kata Said, Senin (6/11/2017).

Menurut Said, jika dihitung dari gerbang tol Ungaran hingga Salatiga maka pengguna jalan tol harus merogoh kocek Rp 24.500. Apabila dua kali memanfaatkan jalan tersebut untuk pulang pergi maka biaya yang dikeluarkan hampir Rp 50.000.

(Baca juga : Tarif Tol Bawen-Salatiga Dinilai Mahal, Ini Penjelasan BPJT)

Akibatnya, masyarakat terutama warga di wilayah selatan Kabupaten Semarang dan Salatiga yang beraktivitas di Semarang kembali menggunakan jalan reguler.

"Uang Rp 50.000 bisa untuk beli bensin, belum lagi kalau tujuannya ke Kota Semarang pengeluaran untuk bayar tol bertambah," jelasya.

Dari pengamatan Said, tol Bawen-Salatiga hanya ramai saat awal-awal setelah diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo.

Suasana Gerbang Tol (GT) Salatiga Ruas Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H+7 Lebaran.KOMPAS.com/ RODERICK ADRIAN MOZES Suasana Gerbang Tol (GT) Salatiga Ruas Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H+7 Lebaran.
Hal itu didorong oleh rasa penasaran masyarakat, apalagi viral di media sosial bahwa jalan tol ini diklaim sebagai jalan tol paling indah di Indonesia, bahkan di dunia.

"Sekarang saya lihat sepi, pemanfaatannya belum optimal akibat tarifnya mahal," tandasnya.

Akibat tarif yang mahal itu berdampak pada besarnya pengeluaran masyarakat, sehingga mendorong inflasi.

(Baca juga : Tarif Mahal, Antusiasme Pengguna Tol Bawen-Salatiga Tetap Tinggi)

Melihat kenyataan itu, Said meminta tarif tol Bawen-Salatiga diturunkan. Supaya tujuan pembangunan jalan tol untuk memecah kepadatan lalu lintas di jalan utama Semarang-Solo bisa optimal.

Akibat mahalnya tarif tol ini pula, arus lalu lintas di jalan utama Semarang-Solo masih sangat padat kendaraan. "Kami minta tarif tol Bawen-Salatiga diturunkan, misalnya jadi Rp 7.500 atau Rp 10.000," tandasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X