Kompas.com - 03/11/2017, 21:15 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Pendopo Kota Bandung beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Pendopo Kota Bandung beberapa waktu lalu.
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil masih berada di urutan teratas dalam ragam survei Pilkada Jawa Barat 2018.

Lembaga survei Indo Barometer, Jumat (3/11/2017) merilis, elektabilitas Ridwan Kamil berada di angka 46 persen di atas Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar.

Menanggapi hal itu, Ridwan menilai bahwa survei sangat penting dalam sebagai salah satu indikator masyarakat dalam menentukan pilihan sosok pemimpin.

"Survei salah satu indikator, kalau sekarang gak percaya survei kita mau percaya apa? Feeling, kira-kira, kata orang, kan susah," ucap Ridwan saat ditemui di Jalan Ibrahim Adjie, Jumat (3/11/2017).

Namun, kata dia, hasil survei tinggi tak menjamin menang dalam pilkada. Sebab, perhelatan pilkada masih lama. Artinya banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

"Ya, kita percaya survei, tapi survei bukan jaminan. Survei hanya me-mapping kondisi hari ini, kan masih ada delapan bulan. Kalau kondisi saya sekarang bagus ya alhamdulillah saya pertahankan, akan terus kerja, sosialisasi, secara fisik, digital, dan lainnya. Nanti kalau setelah cuti akhir Januari baru ngebut tiap hari," ujar Emil, sapaan akrabnya.

Diberitakan sebelumnya, lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei peta dan profil calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018 versi publik di Hotel Aston Braga, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (3/11/2017).

Baca juga : Survei: Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Deddy Mizwar di Pilkada Jabar

Dalam rilis tersebut, dari 16 simulasi yang dilakukan Indo Barometer, nama Ridwan Kamil masih unggul dibanding dua nama lainnya, yakni Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi.

"Hari ini yang kita lihat Ridwan Kamil paling potensial," kata Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli dalam konferensi pers, Jumat sore.

Indo Barometer mencatat, elektabilitas Ridwan Kamil berada di angka 46 persen. Kemudian Dedi Mulyadi dengan elektabilitas 19-20 persen menyalip elektabilitas Deddy Mizwar yang justru turun ke angka 16 hingga 17 persen.

"Ridwan Kamil kenaikannya cukup besar. Selisih sekarang dengan calon lain hampir 20 persen. Angka Ridwan Kamil sudah di atas 40 persen, sementara Dedi Mulyadi baru di angka 19-an persen artinya ini kerja berat," tuturnya.

Baca juga : Pengamat: Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Deddy Mizwar Buktikan Pemilih Jabar Masih Cair

Survei Indo Barometer dilakukan dari 11 hingga 15 Oktober 2017 dengan jumlah responden sebanyak 800 orang dan margin of error plus minus 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Kompas TV Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengeluarkan hasil survei pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.