Kompas.com - 03/11/2017, 16:33 WIB
Desi Widayanti (tengah),  merupakan generasi keempat dari keluarganya asal Solo, yang menjalani usaha meracik minuman tradisional khas Jawa ini. Desi Widayanti (tengah), merupakan generasi keempat dari keluarganya asal Solo, yang menjalani usaha meracik minuman tradisional khas Jawa ini.
EditorTjahjo Sasongko

SOLO, Kompas.com - Bergelut dengan usaha jamu mungkin sudah menjadi garis tangan Desi Widayanti. Ia merupakan generasi keempat dari keluarganya asal Solo, yang menjalani usaha meracik minuman tradisional khas Jawa ini.

Namun demikian, hidup tidak hanya bermodalkan garis tangan. Dengan usaha keras, gadis berusia 24 tahun ini tidak hanya membuat usaha jualan minuman sehat ini menjadi penghasilan keluarga, tapi juga mengerakan ekonomi tetangga dan para pedagang jamu lain lewat paguyuban Laskar Jamu Gendong Indonesia.

Desi sudah berjualan jamu sejak sekolah SMP, dengan mangkal di Depan Dinas Pariwsata di kawasan Kuningan. Setelah lulus SMK, ia kemudian mengikuti pelatihan produksi  jamu, lalu diterapkan di usaha keluarganya agar lebih maju. Selain kunyit asam beras kecur dan temulawak  yang merupakan varian lama, ia juga membuat produk anyar yang bisa cocok dengan lidah generasi sekarang. Seperti jamu Senapis (sawi, nanas, jeruk nipis), Selemanis (sereh, lemon, kayu manis) dan yang terbaru, Namaku (nanas, mangga, kunyit).

“Inovasi terus saya lakukan agar jamu bisa menarik lebih banyak konsumen. Fokus saya sekarang  lebih ke pengembangan,” ujar pemudi kelahiran Jakarta, 14 Desember 1993 ini.

Meski sekarang sudah terbilang maju, jalan hidup Desi dari keluarga penjual jamu tidak selalu mulus. Senasib dengan pedagang jamu lainya, Desi dan keluarga pernah menghadapi krisis usaha karena beredar isu jamu menggunakan bahan kimia. Dampak dari isu itu, usaha jualan jamunya merosot tajam.

Kondisi ini yang membuat Desi mencoba merangkul para pedagang jamu, yang awalnya berada di Jakarta Selatan. Tujuannya untuk mengetahui apakah benar ada pedagang jamu yang menggunakan obat kimia atau tidak. Kemudian memastikan apakah jamu yang dibuat sudah benar atau tidak. Lewat perkumpulan yang sepertinya menjadi sel  lahirnya paguyuban Lakskar Jamu Gendong Indonesia itu, Desi ingin memastikan bahwa minuman jamu adalah minuman sehat dan tidak dibuat dengan bahan kimia obat.

Pada awal pemerintahan Presiden Jokowi, ada angin segar didapat para penjual dan pengusaha jamu, termasuk Desi. Pasalnya, Presiden asal Solo itu memberikan himbauan kepada seluruh Kemeterian agar membiasakan minum jamu bersama. Himbauan ini dimanfaatkan Desi bersama Laskar Jamu Gendong Indonesia yang sudah berbadan hukum berkat fasilitasi dari Marta Tilaar, untuk mengajak kerja sama sejumlah Kementerian agar rutin meminum jamu bersama.

Meski imbauan Presiden ternyata belum berjalan massif di instansi pemerintah, Desi tetap mendapatkan berkah. “Dari 12 kementerian yang saya masuki, hanya Kementerian Kesehatan yang tertarik dan kini sudah bekerja sama tahun ketiga untuk free minum jamu bersama,” kata dia.

Selain Kementerian Kesehatan, Desi menjalin kerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Kebayoran untuk free minum jamu bersama. Ia mengajak lima tetangganya di daerah Kuningan Barat untuk bekerja memenuhi pesanan, dan ditambah lebih banyak lagi tenaga jika ada pesanan jamunya lebih banyak lagi. Para penjual jamu gendong lain juga ia libatkan jika ada acara di Kementerian Kesehatan.

Desi merupakan satu dari 78 pemuda teknopreneur penggerak dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang menjadi binaan dan mendapatkan pelatihan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Bersama para pemuda terseleksi lain dari 34 provinsi, Desi mendapatkan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pemuda Berbasis IPTEK dan IMTAK bertema “Pemuda sebagai Penggerak Sentra Pemberdayaan Pemuda di Desa”  yang digelar di Bogor, Jawa Barat pada akhir Juli 2017.  

Para pemuda yang direkrut dalam pelatihan yang digelar Asisten Deputi Bidang Peningkatan IPTEK dan IMTAK Pemuda Kemenpora itu, sebagian besar memang berasal dari beberapa titik pada 40 desa percontohan dan 14 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Desi merupakan wakil dari DKI Jakarta yang dinilai mampu menggerakkan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Selain mengembangkan usaha jamu warisan keluarganya, Desi juga menggerakkan tetangganya yang laki-laki, untuk berbudidaya lele memanfaatkan lahan milik perusahaan yang belum dipakai. Ia juga berusaha menghidupkan Karang Taruna Kelurahan Kuningan Barat yang sebelumnya tidak aktif. 

Kiprah Desi melakukan inovasi dan pengembangan jualan jamu membuatnya mendapatkan penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Terbaik 1 Bidang Pangan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017, belum lama ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.