1.000 Anak Surati Presiden, dari Minta Sepeda, Kambing, Hingga Doakan Jokowi

Kompas.com - 03/11/2017, 15:19 WIB
Tidak kurang dari 1.000 anak menulis surat untuk Presiden Jokowi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dalam suratnya, mereka minta sepeda, kambing, beasiswa, hingga doakan Jokowi. KOMPAS.com/JunaediTidak kurang dari 1.000 anak menulis surat untuk Presiden Jokowi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dalam suratnya, mereka minta sepeda, kambing, beasiswa, hingga doakan Jokowi.
|
EditorReni Susanti

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Lebih dari 1.000 anak–anak sekolah dasar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berkumpul bersama dan menulis surat untuk Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Mereka mendapatkan kesempatan menyampaikan unek-unek, permintaan, harapan, doa, kepada Jokowi dalam selembar kertas. Sambil duduk di antara rimbun pepohonan mereka terlihat serius menulis surat. Hasilnya, 1.000 anak ini menyurati presiden dengan polosnya.

Ada yang meminta sepeda, kambing, beasiswa, bertemu Jokowi, orangtua mereka dinaikkan haji hingga perbaikan sekolah yang lapuk karena di makan usia. Ada pula anak yang mendoakan Jokowi dalam suratnya. 

“Saya menulis surat kepada Jokowi agar minuman keras dan narkoba di daerah saya diberantas,” tutur Ilham, salah satu peserta seusai mengumpulkan surat mereka ke panitia, Kamis (2/11/2017).

(Baca juga : Lima Guru Besar Tulis Surat untuk Jokowi, Ini Isinya)

Tidak kurang dari 1.000 anak menulis surat untuk Presiden Jokowi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dalam suratnya mereka meminta sepeda, kambing, beasiswa hingga mendoakan Jokowi. KOMPAS.com/Junaedi Tidak kurang dari 1.000 anak menulis surat untuk Presiden Jokowi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dalam suratnya mereka meminta sepeda, kambing, beasiswa hingga mendoakan Jokowi.
Kegiatan ini bernama "Gerakan Ayo Menulis". Selain untuk menumpahkan harapan dan keinginan pada Jokowi, gerakan ini untuk melatih anak-anak mencintai literasi dengan berlatih menulis dan membaca sejak dini. 

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pengalaman bernilai dan menjadi tradisi bagi anak-anak dalam menulis tangan, baik di sekolah ataupun rumah. 

Gerakan Ayo Menulis digagas oleh sebuah produsen alat tulis bekerjasama dengan penggiat literasi di wilayah ini. 

"Anak-anak menumpahkan unek-unek mereka kepada Presiden Jokowi sebagai tumpuan harapan mereka,” ujar salah satu panitia, Nury Syibli. 

(Baca juga : Dirazia Petugas, Tukang Becak Ini Tulis Surat untuk Jokowi)

Usai menuliskan keinginan mereka pada jokowi, ribuan anak ini mengumpulkan surat-surat mereka dalam wadah berbentuk perahu sebagai simbol gerakan literasi di Polewali Mandar. Surat ini selanjutnya akan dibawa panitia kepada presiden jokowi.

Di akhir acara, semangat ribuan anak generasi penerus bangsa ini diapresiasi panitia dengan membagi-bagikan perlengakapan alat tulis-menulis dan tas yang telah disiapkan sponsor kegiatan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Regional
Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Regional
Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Regional
Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

Regional
Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Regional
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

Regional
Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Regional
Tertimpa Pohon Besar Saat Bersepeda, Ibu Empat Anak Tewas

Tertimpa Pohon Besar Saat Bersepeda, Ibu Empat Anak Tewas

Regional
Banyumas Zona Merah, Tak Ada Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru

Banyumas Zona Merah, Tak Ada Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru

Regional
Oknum Perangkat Desa Cabuli Belasan Anak, Ini Faktanya

Oknum Perangkat Desa Cabuli Belasan Anak, Ini Faktanya

Regional
Video Viral Turis Asing Jadi Korban Jambret, Sempat Kejar Pelaku hingga Jatuh dari Motor

Video Viral Turis Asing Jadi Korban Jambret, Sempat Kejar Pelaku hingga Jatuh dari Motor

Regional
Seorang Bos Arisan di Cianjur Jadi Tersangka Penipuan Rp 9 Miliar

Seorang Bos Arisan di Cianjur Jadi Tersangka Penipuan Rp 9 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X