Kompas.com - 03/11/2017, 13:00 WIB
Hutan mangrove dan ekosistem pesisir di Desa Torosiaje Kabupaten Pohuwato yang dikembangkan oleh Kelompok Sadar Lingkungan Paddakauang. Eksosistem ini mampu menyimpan karbon lebih banyak dan lebih lama. KOMPAS.COM/ROSYID AZHARHutan mangrove dan ekosistem pesisir di Desa Torosiaje Kabupaten Pohuwato yang dikembangkan oleh Kelompok Sadar Lingkungan Paddakauang. Eksosistem ini mampu menyimpan karbon lebih banyak dan lebih lama.
|
EditorReni Susanti

GORONTALO, KOMPAS.com –  Indonesia berkomitmen menurunkan gas rumah kaca dari 26 persen pada tahun 2020 hingga 29 persen di 2030.

Pengurangan dilakukan sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana dalam menghadapi perubahan iklim. Kebijakan ini ditegaskan dalam Nationally Determined Contribution (NDC).

Target penurunan emisi terbesar dibebankan pada sektor kehutanan,  termasuk hutan mangrove.

“Ekosistem pesisir,  termasuk mangrove, rawa, dan padang lamun dikenali sebagai penyerap dan penyimpan karbon alami dalam jumlah besar dan dalam waktu yang lama,” kata Yus Rusila Noor, Head of Programme Wetlands International Indonesia, Jumat (3/11/2017).

(Baca juga : Susi Pudjiastuti: Perusak Hutan Mangrove Bisa Didenda Rp 1,5 Miliar)

Yus Rusila Noor menjelaskan, karbon yang tersimpan di ekosistem tersebut sering disebut sebagai Blue Carbon (karbon biru).

Indonesia Blue Carbon Strategy Framework (IBCSF) mencatat, luas areal mangrove di Indonesia mencapai 3,2 juta hektar atau terluas di dunia. Dengan angka tersebut, mangrove Indonesia berpotensi menyimpan karbon sebesar 950 MgC ha-1.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Padang lamun memiliki potensi penyimpanan sebesar 119,5 MgC ha-1. Data yang sama menunjukkan bahwa potensi total penyimpanan karbon biru di Indonesia sebesar 3,4 gigaton atau setara dengan 17 persen simpanan karbon biru secara global,” ungkap Yus Rusila Noor.

Dari hitungan tersebut, kegiatan penghentian laju kerusakan mangrove di Indonesia dapat menyumbang 25 persen dari target NDC Indonesia di tahun 2020.

(Baca juga : Anto Si Pejuang Sunyi, Memungut Biji Bakau untuk Hijaukan Mangrove)

Selain penyerap karbon, mangrove juga berfungsi sebagai pelindung pesisir. Habitat keanekaragaman hayati bernilai komersial serta penunjang mata pencaharian masyarakat pesisir.

Fakta lain yang diungkap Yus Rusila Noor adalah kerusakan ekosistem pesisir cenderung sangat tinggi,  hingga mencapai 4 kali lipat dari kerusakan yang terjadi di hutan hujan tropis.

Laju kerusakan  ini menyumbang 42 persen dari emisi karbon biru secara global atau setara dengan emisi dari 11 juta kendaraan per tahun.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.