Curhat Buwas soal Buku Pelajaran BNN yang Tak Laku di Indonesia tetapi Dipakai Negara Lain

Kompas.com - 03/11/2017, 12:23 WIB
Kompas TV Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso mengaku telah memiliki peta peredaran narkoba di kalangan artis.
|
EditorCaroline Damanik

"Saya bawa bukunya, saya paparkan kepada Presiden langsung, tidak jalan," katanya.

(Baca juga: Buwas: Indonesia Darurat Narkoba Sejak 1971 Sampai Sekarang)

Dia pun menyadari bahwa upayanya memasukkan buku tersebut ke kurikulum sekolah akan sulit terwujud. Sebab, tidak ada respons positif dari pemerintah terkait buku-buku itu.

"Keinginan saya ini (buku tentang bahaya narkoba) masuk dalam kurikulum di sekolah. Tapi memang perjuangan saya pada akhirnya tidak ada hasilnya," tuturnya.

Meski demikian, idenya membuat buku untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah didengar oleh negara luar. Bahkan, ada sejumlah negara yang mengadopsi upaya Buwas itu, antara lain Myanmar dan Thailand.

"Dia (negara luar) melihat, dia membaca, diadopsi karena dia butuh. Tapi kita tidak," katanya.

Buwas menyebutkan, bangsa Indonesia terlalu apatis terhadap kasus narkoba dan menganggap pelajaran pencegahan narkoba itu tidak penting. Padahal, Indonesia sedang dalam status darurat narkoba. Karenanya, pemahaman tentang bahaya narkoba kepada siswa sangat dibutuhkan sebagai langkah pencegahan.

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD Tegal yang Gelar Konser Dangdut Tak Punya Sense of Crisis

Anggota DPRD Tegal yang Gelar Konser Dangdut Tak Punya Sense of Crisis

Regional
Viral Pernyataan Hasil Rapid Test Positif Atau Negatif Palsu, IDI Makassar: Itu Hanya Istilah

Viral Pernyataan Hasil Rapid Test Positif Atau Negatif Palsu, IDI Makassar: Itu Hanya Istilah

Regional
206 Tenaga Medis di Sumsel Terpapar Corona, 5 di Antaranya Meninggal

206 Tenaga Medis di Sumsel Terpapar Corona, 5 di Antaranya Meninggal

Regional
Dokter Senior Meninggal karena Covid-19, Pemda Langsa Sangat Kehilangan

Dokter Senior Meninggal karena Covid-19, Pemda Langsa Sangat Kehilangan

Regional
Banjir Sisakan Kerusakan Jalan di Sampoiniet, Aceh Jaya

Banjir Sisakan Kerusakan Jalan di Sampoiniet, Aceh Jaya

Regional
TKI Parti Liyani Ternyata Berjiwa Sosial, Rumahnya Dijadikan PAUD, Suka Beri Baju dari Singapura untuk Tetangga

TKI Parti Liyani Ternyata Berjiwa Sosial, Rumahnya Dijadikan PAUD, Suka Beri Baju dari Singapura untuk Tetangga

Regional
Dukun di Boyolali Bunuh Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Adik Ipar

Dukun di Boyolali Bunuh Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Adik Ipar

Regional
Anggota DPRD Sambas Diperas Modus Video Call Seks, 4 Pelaku Ditangkap

Anggota DPRD Sambas Diperas Modus Video Call Seks, 4 Pelaku Ditangkap

Regional
Ibu TKI Parti Liyani Jatuh Sakit Setelah Diberitahu Kasus Anaknya

Ibu TKI Parti Liyani Jatuh Sakit Setelah Diberitahu Kasus Anaknya

Regional
Suami Bupati Bogor Ade Yasin Meninggal karena Kanker Paru-paru

Suami Bupati Bogor Ade Yasin Meninggal karena Kanker Paru-paru

Regional
Warga Palopo Korban Penganiayaan Gangster, Polisi Lakukan Penyelidikan

Warga Palopo Korban Penganiayaan Gangster, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Asmat Dibatasi Tiga Orang

Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Asmat Dibatasi Tiga Orang

Regional
Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal Tak Kantongi Izin Polisi

Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal Tak Kantongi Izin Polisi

Regional
Jadi Klaster Corona, 2 Perusahaan Modal Asing di Batam Ogah 'Lockdown'

Jadi Klaster Corona, 2 Perusahaan Modal Asing di Batam Ogah "Lockdown"

Regional
Jadi Zona Merah Covid-19, Karawang Berlakukan Jam Malam

Jadi Zona Merah Covid-19, Karawang Berlakukan Jam Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X