Kompas.com - 02/11/2017, 20:26 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso atau Buwas saat menghadiri acara Ikatan Keluarga Alumni Institut Injil Indonesia di Sekolah Alkitab Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (2/11/2017). KOMPAS.com/Andi HartikKepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso atau Buwas saat menghadiri acara Ikatan Keluarga Alumni Institut Injil Indonesia di Sekolah Alkitab Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (2/11/2017).
|
EditorReni Susanti

MALANG, KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso atau Buwas mengatakan, program pemerintah terhadap pencegahan narkotika masih kalah dengan kegiatan jaringan pengedar narkotika yang beroperasi di Indonesia.

Bahkan, setiap jaringan terus melakukan kegiatan regenerasi pangsa pasar dengan menyisihkan 10 persen dari hasil penjualannya. Padahal, terdapat 71 jaringan yang beroperasi di Indonesia. Jaringan itu berasal dari 11 negara.

Sementara itu, kegiatan regenarasi itu dilakukan terhadap anak-anak yang masih berada di bangku Taman Kanak-kanan (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Caranya yaitu dengan mencampuri jajanan yang mereka makan dengan narkotika. Harapannya, ketika mereka sudah menginjak Sekolah Menengah Atas (SMA) bisa menjadi pangsa baru peredaran narkotika.

(Baca juga : Buwas: Indonesia Darurat Narkoba Sejak 1971 Sampai Sekarang)

"Mereka bekerja sama dengan pedagang di lingkungan itu (sekolah) dengan mencampuri makanan apa saja dengan narkotika. Tujuannya adalah anak-anak ini teracuni oleh narkotika sehingga saat SMA nanti menjadi pangsa pasar narkotika," katanya dalam acara Ikatan Keluarga Alumni Institut Injil Indonesia di Sekolah Alkitab Kota Batu, Jatim, Kamis (2/11/2017).

ilustrasi narkobashutterstock ilustrasi narkoba
Jenis Terbanyak

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, jenis narkotika yang beredar di Indonesia merupakan terbanyak di dunia. Sebanyak 68 dari 800 narkotika jenis baru sudah beredar di Indonesia.

Dalam waktu dekat, jika tidak ada penanganan yang signifikan, seluruh narkotika jenis baru itu akan turut mewarnai pangsa pasar Indonesia. "Dan pasti, cepat atau lambat 800 jenis baru itu akan masuk ke Indonesia,"

Karena banyaknya jenis narkotika yang beredar di Indonesia, Budi Waseso yang akrab disapa Buwas mengatakan Indonesia merupakan negara terbanyak peredaran jenis narkotika.

Ia lalu membandingkannya dengan jenis narkoba yang beredar di negara-negara lain. Seperti di Amerika Serikat yang hanya ada enam jenis narkotika, di Perancis empat jenis, Belanda lima jenis dan di Australia hanya lima jenis narkotika.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.