Naik 8,25 Persen, UMP Kalbar Tahun 2018 Jadi Rp 2,046 Juta

Kompas.com - 02/11/2017, 18:38 WIB
Ilustrasi uang SHUTTERSTOCKIlustrasi uang
|
EditorErlangga Djumena

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan standar upah minimum provinsi (UMP) tahun 2018 sebesar Rp 2.046.900. Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 677 tanggal 23 Oktober 2017 yang mulai berlaku pada 1 Januari 2018 mendatang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kalbar, Sri Djumiatin mengungkapkan, angka tersebut akan digunakan kabupaten/kota dalam menetapkan upah yang diterima buruh pada tahun 2018.

Pada tahun 2018, UMP Kalimantan Barat naik 8,25 persen dari tahun 2017 yaitu sebesar Rp 1.882.900.

"Penetapan formula penghitungannya mengacu pada inflasi nasional 3,72 dan PDB 4,99 persen. Dalam penetapannya melibatkan dewan pengupahan dan serikat buruh. Formula juga mengacu pada angka BPS dan ditegaskan melalui Surat Menteri Ketenagakerjaan Nomor B.337/M.Naker/PHIJS- UPAH/X/2017,” ucap Sri Sumiati , Kamis (2/11/2017).

Baca juga: Buruh Kecewa dengan Anies-Sandi yang Teken UMP Rp 3,6 Juta

Dasar penetapannya, sambung Sri, sudah diatur dalam PP Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Pemerintah provinsi memiliki batas waktu penetapan itu paling lambat tanggal 1 November 2017, sedangkan untuk kabupaten/kota penetapan penetapannya paling lambat 21 November 2017.

“Para Bupati dan wali kota se-Kalbar sudah disurati terkait penetapan UMK yang paling lambat sudah ditetapkan Gubernur Kalbar pada tanggal 21 November 2017 mendatang,” sebut dia.

UMP dianggap sebagai jaring pengaman bagi buruh yang bekerja di bawah hingga mencapai satu tahun. Upah tersebut belum termasuk lembur dan lain-lain.

UMP maupun UMK yang telah ditetapkan berlaku untuk semua perusahaan, baik itu perusahaan besar maupun dalam skala UMKM.

Kompas TV Asosiasi pengusaha ritel Indonesia, Aprindo meminta pemerintah tidak memukul rata kenaikan UMP.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X