Janjikan Pekerjaan Perawat, Seorang Dokter Gadungan Ditangkap

Kompas.com - 02/11/2017, 17:19 WIB
Dokter gadungan dan barang bukti diamankan di Polrestabes Surabaya. KOMPAS.com/Achmad FaizalDokter gadungan dan barang bukti diamankan di Polrestabes Surabaya.
|
EditorReni Susanti

SURABAYA, KOMPAS.com - Berakhir sudah petualangan Candra Hermawan (27) menjadi dokter gadungan atau dokter palsu sebagai kedok aksi penipuan. Dia dilaporkan korbannya yang mengaku sudah tertipu puluhan juta rupiah.

Berdasarkan laporan 1 dari 3 korbannya, warga Desa Simongagrok, Kecamatan Dawar Blandong, Mojokerto, Jawa Timur itu berhasil dibekuk polisi awal pekan lalu di Surabaya.

"Sebagai dokter palsu yang beroperasi di rumah sakit swasta Surabaya, pelaku mengaku bisa memasukkan seseorang menjadi perawat rumah sakit tersebut," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede Juliana, Kamis (2/10/2017).

Juliana mengungkapkan, sebanyak 3 orang mengaku sebagai korban aksi dokter palsu itu. Mereka memberikan uang pelicin agar diterima menjadi perawat di rumah sakit yang dijanjikan.

(Baca juga : Ditangkap, Dokter Palsu yang Sudah Buka Praktik Selama 15 Tahun)

 

MR menyerahkan uang sebesar Rp 35 juta. EP menyerahkan uang Rp 20 juta, dan korban HD menyerahkan uang Rp 24 juta. "Setelah menerima uang pelicin, pelaku menghilang," jelasnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam aksinya, pelaku mengenakan atribut seperti dokter profesional. Selain mengenakan jas putih, pelaku mengalungkan stetoskop di lehernya. "Pelaku sudah setahun beroperasi. Bahkan kepada mertua dan isterinya, pelaku juga mengaku sebagai dokter," ujarnya.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti satu potong jas dokter, satu buah stetoskop, satu pasang pakaian laboratorium, satu buah tensi meter manual dan digital, surat kontrak kerja, slip gaji, dan surat pemberitahuan perekrutan karyawan. 

Kompas TV Tidak jarang, masyarakat mengikuti investasi karena tidak tega menolak tawaran perekrutan anggota




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X