9 Penganiaya Taruna Akpol Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Kompas.com - 02/11/2017, 14:09 WIB
Sidang kasus penganiayaan hingga tewas taruna Akpol Brigdatar Muhammad Adam di PN Semarang, Kamis (2/11/2017). KOMPAS.com/Nazar NurdinSidang kasus penganiayaan hingga tewas taruna Akpol Brigdatar Muhammad Adam di PN Semarang, Kamis (2/11/2017).
|
EditorReni Susanti

SEMARANG, KOMPAS.com - Sembilan terdakwa penganiayaan taruna Akpol Brigdatar Muhammad Adam dituntut pidana satu tahun dan enam bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (2/11/2017).

Para terdakwa dinilai terbukti melakukan kekerasan secara bersama-sama kepada korban hingga meninggal dunia.

"Menjatuhkan pidana pada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan enam bulan penjara," ucap jaksa Panji Sudrajat dalam persidangan.

Sembilan terdakwa yang disidang yaitu Joshua Evan Dwitya Pabisa, Reza Ananta Pribadi, Indra zulkifli Pratama Ruray, Praja Dwi Sutrisno, Aditia Khaimara Urfan, Chikitha Alviano Eka Wardoyo, Rion Kurnianto, Erik Aprilyanto, dan Hery Avianto.


(Baca juga : Taruna Akpol Tewas Dipukul, 14 Senior Didakwa Pasal Penganiayaan)

Sementara lima terdakwa lainnya disidang secara terpisah. Total terdakwa dalam kasus ini mencapai 14 orang.

Jaksa mengatakan, alat bukti dan saksi menunjukkan keterlibatan para terdakwa. Bukti yang dipakai, salah satunya hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara Semarang mengenai penyebab kematian korban Brigdatar Adam.

"Hasil visum RS Bhayangkara ada luka memar di bagian dada," timpal Jaksa.

Sejumlah taruna akpol akhirnya hadir di PN Semarang untuk mengikuti sidang dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia. Mereka hadir mengakan pakaian batik, Selasa (19/9/2017). Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas Sejumlah taruna akpol akhirnya hadir di PN Semarang untuk mengikuti sidang dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia. Mereka hadir mengakan pakaian batik, Selasa (19/9/2017).
Panji menjelaskan, pada Rabu (17/5/2017) digelar apel malam yang dihadiri semua taruna. Namun pada Kamis dini hari (18/5/2017), diduga terjadi kekerasan terhadap taruna junior oleh para seniornya.

Kekerasan dilakukan baik menggunakan alat ataupun menggunakan tangan kosong. Para taruna junior juga dihukum dengan posisi kepala di bawah.

"Para terdakwa juga membenarkannya," tambahnya.

(Baca juga : Kasus Kematian Taruna Akpol, 21 Taruna Tingkat 2 Diperiksa)

Menurut jaksa, hukuman pembinaan harusnya berupa lari, push-up, dan lainnya.  Namun faktanya, hukuman yang dilakukan menyebabkan Brigdatar Adam meninggal dunia.

Korban meninggal lantaran dipukul di area ulu hati hingga korban mengeluh sakit dan memegang bagian dada. Sebelum meninggal Adam juga mengalami kejang-kejang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Karawang Mengalokasikan hingga 20 Persen Beasiswa untuk Santri

Pemkab Karawang Mengalokasikan hingga 20 Persen Beasiswa untuk Santri

Regional
Bupati Trenggalek Berharap Santri Menjadi Pelopor Toleransi dan Perdamaian

Bupati Trenggalek Berharap Santri Menjadi Pelopor Toleransi dan Perdamaian

Regional
Fakta Lengkap Kasus 4 Kucing Disiksa di Pontianak, Pelaku Jalani Tes Kejiwaan hingga Satu Ekor Mati

Fakta Lengkap Kasus 4 Kucing Disiksa di Pontianak, Pelaku Jalani Tes Kejiwaan hingga Satu Ekor Mati

Regional
Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Regional
Ganjar: Ramalan Santri tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Ganjar: Ramalan Santri tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Regional
Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Regional
Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X