SKK Migas: Indonesia Tidak Lagi Negara Kaya Minyak Bumi dan Gas

Kompas.com - 02/11/2017, 11:19 WIB
Sejumlah pembicara Edukasi Wartawan SKK Migas - K3S Wilayah Sumbagut. Dari kegiatan ini terungkap bahwa Indonesia tidak lagi kaya Minyak Bumi dan Gas. Bahkan, diketahui semakin krisis dan terus melakukan Impor dari luar untuk memenuhi kebutuhan pemakaian Gas di Indonesia. KOMPAS.COM/ HADI MAULANASejumlah pembicara Edukasi Wartawan SKK Migas - K3S Wilayah Sumbagut. Dari kegiatan ini terungkap bahwa Indonesia tidak lagi kaya Minyak Bumi dan Gas. Bahkan, diketahui semakin krisis dan terus melakukan Impor dari luar untuk memenuhi kebutuhan pemakaian Gas di Indonesia.
|
EditorFarid Assifa

BATAM, KOMPAS.com - Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan SKK Migas, Supriono menegeaskan bahwa Indonesia tidak lagi negara kaya minyak dan gas (migas). Bahkan sebaliknya, Indonesia mengalami krisis migas.

Dia mengatakan, kebutuhan konsumsi minyak dalam negeri saat ini adalah 1,6 juta barel per hari (BOPD), sedangkan produksi minyak di Indonesia rata-rata mencapai 800.000 barel per hari.

"Bisa dibayangkan begitu besar impor minyak yang kita lakukan, yang dirata-ratakan sekitar 800.000, bahkan bisa lebih karena sebagian minyak kita diekspor keluar karena tidak bisa dilakukan pengeloaan di dalam negeri," kata Supriono saat membuka kegiatan Edukasi Wartawan SKK Migas-K3S wilayah Sumbagut, Kamis (2/11/2017) di Batam.

Dengan produksi minyak 800.000 per barel per hari, lanjut Supriono, Indonesia kini menempati posisi 29 dari nagera penghasil minyak dengan rata-rata cadangan minyak bumi hanya 0,2 persen dari total cadangan dunia.

"Sementara untuk gas, Indonesia menempati di posisi 14 dari negara penghasil gas dengan rata-rata cadangan gas 1,5 persen dari total cadangan dunia," katanya mejelaskan.

Berdasarkan data SKK Migas, produksi minyak Indonesia per Mei 2016 sebesar 832.000 barel per hari, setara sekitar satu persen produksi minyak dunia.

Baca juga : Singgah di Aceh, Jokowi Sempat Tanya Potensi Migas

"Lain dulu lain sekrang, waktu 2004 boleh kita jaya di Migas, tapi sekarang tidak lagi. Jadi perlu perubahan besar dan kesadaran bahwa Indonesia tidak lagi negara kaya migas," katanya.

Dia menambahkan, tantangan sektor migas tak hanya berupa angka produksi dan cadangan yang menipis, tetapi juga dari harga migas dunia dan fluktuasi nilai tukar mata uang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tantang Petahana, PKB Usung Cucu Pendiri NU di Pilkada Kabupaten Malang

Tantang Petahana, PKB Usung Cucu Pendiri NU di Pilkada Kabupaten Malang

Regional
Seorang Remaja Cabuli Pacarnya, Terungkap Saat Orangtua Periksa Ponsel Korban

Seorang Remaja Cabuli Pacarnya, Terungkap Saat Orangtua Periksa Ponsel Korban

Regional
Jubir Komite Peralihan Aceh: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Sesuai Aturan

Jubir Komite Peralihan Aceh: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Sesuai Aturan

Regional
Listrik di Pekanbaru Padam karena Gangguan Transmisi, PLN Minta Maaf

Listrik di Pekanbaru Padam karena Gangguan Transmisi, PLN Minta Maaf

Regional
Ketua DPRD Jabar: 7 Anggota Dewan yang Positif Covid-19 Karantina Mandiri

Ketua DPRD Jabar: 7 Anggota Dewan yang Positif Covid-19 Karantina Mandiri

Regional
Bantah Didorong Risma, Fuad Belum Minta Restu untuk Maju di Pilkada Surabaya

Bantah Didorong Risma, Fuad Belum Minta Restu untuk Maju di Pilkada Surabaya

Regional
Seorang Warga Ditembak OTK, TNI-Polri Kejar Pelaku

Seorang Warga Ditembak OTK, TNI-Polri Kejar Pelaku

Regional
Detik-detik Laode Ditembak dari Belakang oleh Orang Tak Dikenal Saat Jaga Warung

Detik-detik Laode Ditembak dari Belakang oleh Orang Tak Dikenal Saat Jaga Warung

Regional
Seorang ASN Curi Uang Nasabah dengan Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi

Seorang ASN Curi Uang Nasabah dengan Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sangihe, Sulut, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sangihe, Sulut, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Seorang Warga Ditembak di Intan Jaya, Papua, Pelaku Pura-pura Pinjam Pulpen

Seorang Warga Ditembak di Intan Jaya, Papua, Pelaku Pura-pura Pinjam Pulpen

Regional
Ridwan Kamil Tegaskan Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Siapkan Dulu Fisik

Ridwan Kamil Tegaskan Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Siapkan Dulu Fisik

Regional
Kisah Mbah Khotimah, Uang dan Dagangan Dibawa Kabur Penipu, Terpaksa Pulang Berjalan Kaki

Kisah Mbah Khotimah, Uang dan Dagangan Dibawa Kabur Penipu, Terpaksa Pulang Berjalan Kaki

Regional
Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Regional
Siap Maju Pilkada, Putra Sulung Risma Mengaku Masuk Dalam Survei Internal PDI-P

Siap Maju Pilkada, Putra Sulung Risma Mengaku Masuk Dalam Survei Internal PDI-P

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X