Papua Tetapkan UMP 2018 Sebesar Rp 2,89 Juta

Kompas.com - 02/11/2017, 10:03 WIB
Sekda Papua Hery Dosinaen KOMPAS.com/Jhon Roy PurbaSekda Papua Hery Dosinaen
|
EditorFarid Assifa

JAYAPURA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Papua resmi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) Tahun 2018 sebesar Rp 2.895.650.

Besaran UMP tahun 2018 ini naik naik 8,71 persen dari nilai UMP 2017 senilai Rp 2.663.646.

Sekda Papua Hery Dosinaen mengatakan, penetapan UMP telah sesuai dengan ketetapan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pegupahan.

“Hari ini 1 November 2017 kami telah resmi tetapkan UMP Papua tahun 2018 senilai Rp 2.895.650, angka ini mengalami kenaikan 8,71 persen dari nilai UMP sebelumnya,” jelas Hery, Rabu (1/11/2017).

Sekda mengimbau pemerintah di tingkat kabupaten dan kota di Provinsi Papua agar segera melaksanakan upah minimum di wilayahnya masing-masing, dengan mengacu pada nilai yang telah ditetapkan.

“Tentu kita nantinya akan bersurat ke masing-masing kabupaten dan kota, supaya baik lembaga pemerintah maupun perusahaan swasta, diwajibkan melaksanakan putusan gubernur tentang penetapan UMP baru itu,” tegasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, Yan Piet Rawar menjelaskan, penetapan UMP 2018 ini berdasarkan hasil kajian bersama Dewan Pengupahan Tingkat Provinsi. Adapun dasar penghitungannya, yakni dari inflasi Papua yang mencapai 3,72 persen, sementara produk domestik regional bruto (PDRB) 4,99 persen.

Baca juga : UMP Sumut Ditetapkan Rp 2,1 Juta, Buruh Minta Rp 2,6 Juta

“Memang dari hasil sidang terakhir, kami belum ada kesepakatan tentang angka ini. Ada perbedaan persepsi sebelumnya, apalagi karena kenaikan UMP 2017 yang lalu, di luar dari PP 78 atau lebih tinggi nilainya,” jelasnya.

Akibat belum adanya kesepakatan ini, pemerintah provinsi mendapat semacam teguran atau pemberitahuan bahwa kenaikan UMP melampaui formula yang ditetapkan sebesar 1,14 persen.

“Namun, untuk tahun ini kami tetap mengacu pada PP 78 2015 tentang pengupahan, yang dihitung berdasarkan kenaikan inflasi dan PDRB, sehingga ditetapkan angka untuk UMP 2018,” jelas dia.

Baca juga : UMP Sulteng 2018 Ditetapkan Rp 1,9 juta, Perusahaan Diminta Patuh

Yan menegaskan, sampai saat ini tidak ada laporan keberatan atas UMP tahun 2017. Dengan demikian, untuk UMP 2018 diharapkan sudah mulai berlaku pada 1 Januari tahun depan.

“Imbauan kita agar nilai UMP 2018 segera dijadikan patokan bagi pemerintah di tingkat kabupaten dan kota, sehingga bisa menetapkan upah minimum pekerja tahun depan di masing-masing wilayah,” katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Regional
Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebara Covid-19 di Desa-desa

Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebara Covid-19 di Desa-desa

Regional
Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Regional
Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Regional
Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Regional
Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Regional
Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Regional
Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Regional
Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Regional
Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Regional
Hasil 'Rapid Test' 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Hasil "Rapid Test" 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Regional
Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Regional
Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Regional
Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X