18 Desa di Musirawas Deklarasi Rumah Bebas dari Asap Rokok

Kompas.com - 02/11/2017, 09:36 WIB
Bupati Musirawas, Hendra Gunawan dalam peluncuran gerakan rumah bebas asap rokok KOMPAS.COM/FIRMANSYAHBupati Musirawas, Hendra Gunawan dalam peluncuran gerakan rumah bebas asap rokok
|
EditorFarid Assifa

MUSIRAWAS, KOMPAS.com - Sebanyak 18 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan, mendeklarasikan rumah bebas asap rokok, Rabu (1/11/2017).

Deklarasi rumah tanpa asap rokok tersebut diperkuat dengan peraturan desa (perdes) yang menegaskan larangan masyarakat untuk mengisap rokok di dalam rumah.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (Kades) Kecamatan Tugumulyo, Rodi Afian menyatakan, pihaknya sangat mendukung komitmen bersama rumah bebas asap rokok.

"Asap rokok sangat membahayakan bagi siapa saja termasuk perempuan dan anak, dengan adanya perdes harapannya masyarakat yang merokok tidak melakukannya di dalam rumah. Jika di dalam rumah membahayakan anak-anak," kata Rodi.


Deklarasi juga disaksikan Bupati Musirawas Hendra Gunawan. Bupati menyebutkan agar perdes larangan merokok di rumah tersebut segera diselesaikan dan disahkan.

"Komitmen ini dilakukan atas nama seluruh masyarakat Kecamatan Tugumulyo akan membuat peraturan desa (perdes) untuk masyarakat agar tidak merokok di dalam rumah. Meniadakan asbak rokok dalam rumah dan menghilangkan asap rokok," jelas Hendra.

Hendra Gunawan menegaskan deklarasi ini nantinya dapat dilaksanakan di desa masing-masing. Kades berserta perangkat, PKK dan tokoh masyarakat nantinya dapat menyosialisasikan peraturan tersebut.

"Kalau masih ada yang merokok dalam rumah, wajib bagi anggota keluarga, tetangga dan pemerintah desa memberikan teguran, asap rokok sangat berbahaya. Jangan sampai rokok yang dinikmatinya orang lain menjadi korban," pinta bupati.

Baca juga : Langkah Bupati Trenggalek Atasi Video Siswa SD Isap Rokok Elektrik

"Jika mau merokok mesti jauh-jauh, jangan di dalam rumah. Kasihan kepada anak-anak karena bahayanya asap rokok. Ke depan, kita harus bisa membebaskan anak-anak kita agar bisa terbebas dari rokok," tegasnya.

Di Kabupaten Musi Rawas setidaknya terdapat tujuh tempat bebas dari asap rokok, antara lain tempat pelayanan kesehatan, tempat umum, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak-anak, tempat ibadah dan angkutan umum.

"Asbak dalam rumah harus dibuang, walaupun ada tamu meminta asbak jangan dikasih. Kalau memang mau merokok maka di luar rumah," demikian Hendra.

Baca juga : Demi Sebungkus Rokok, Buruh Bangunan Ini Nekat Edarkan Obat Terlarang

Kompas TV Dalam kasus ini, sebanyak delapan tersangka ditahan karena bertugas sebagai pembuat dan perantara penjualan narkotika jenis baru ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X