Bingung dan Bingung, Kata Mereka soal Registrasi Kartu SIM Prabayar

Kompas.com - 01/11/2017, 07:00 WIB
Salahbseorang Warga Edo Nurgantara menunjukkan Belum Ada SMS masuk Terkait Kewajiban Registrasi ulang Kartu Sim Prabayar KOMPAS.com/Markus YuwonoSalahbseorang Warga Edo Nurgantara menunjukkan Belum Ada SMS masuk Terkait Kewajiban Registrasi ulang Kartu Sim Prabayar
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Bingung, bingung, dan bingung. Hal itu dirasakan Amelia Agustina, warga Yogyakarta, saat melakukan registrasi kartu SIM prabayar yang diimbau pemerintah untuk dilakukan semua pemilik kartu SIM prabayar.

Amelia mengaku bingung dengan cara registrasinya. Dia awalnya berhasil melakukan registrasi karena mendapatkan SMS konfirmasi berhasil. Namun, tiba-tiba ada SMS susulan dari 4444 yang membuatnya bingung.

"Tadi awalnya bisa dan dinyatakan berhasil, lalu kembali mendapatkan SMS lain. Saya jadi bingung ini sudah berlaku apa belum, ya," katanya saat ditemui di Kota Wonosari, Selasa (31/10/2017).

"Maaf, Anda telah melebihi batas maksimum registrasi dalam satu hari," lanjut Amelia menirukan bunyi pesan yang diterimanya kemudian.

Padahal, lanjutnya, dirinya menerima informasi bahwa hari ini justru hari pertama warga bisa registrasi kartu SIM prabayar dengan mendaftarkan nomor induk kependudukan dan kartu keluarga.

(Baca juga: Registrasi Kartu Prabayar Gagal, padahal Sudah 6 Kali SMS? Anda Tidak Sendiri...)

Kebingungan juga dialami Edo Nurgantara, warga Wonosari, Gunung Kidul. Dia menilai, informasi terkait pendaftaran ulang kartu SIM prabayar itu minim sekali.

"Saya masih belum paham akan kebijakan itu, jadi belum mendaftarkan. Katanya akan dapat SMS dari operator, tetapi sampai sekarang belum dapat," kata Edo, Selasa malam.

Dia mengatakan belum melakukan registrasi ulang dan bingung karena ada informasi yang menyebutkan bahwa hari ini merupakan hari terakhir registrasi.

"Setelah saya bertanya kepada teman-teman, ternyata belum terakhir," ucap mahasiswa di salah satu universitas swasta Yogyakarta ini.

(Baca juga: Registrasi Kartu Prabayar Gagal, Harus Bagaimana?)

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Gunung Kidul Hadi Hendro Prayogo mengatakan, pihaknya belum mendapatkan edaran resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait penerapan Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2017.

"Kami sudah mengetahui adanya kebijakan tersebut, tetapi belum ada surat edaran atau instruksi untuk sosialisasi, jadi belum dilakukan," ucapnya.

Hadi mengatakan, registrasi atau daftar ulang kartu SIM prabayar mulai 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018. Pemilik kartu diminta mendaftarkan nomor teleponnya dengan mendaftarkan nomor induk kependudukan dan kartu keluarga. Prosedur daftar ulang cukup dengan mengirimkan pesan singkat dengan format: ULANG#NIK#nomorKK ke 4444.

"Silakan masyarakat dapat mendaftar," ucapnya.

 

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

Regional
Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Regional
Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X