Buruh dan Sopir Angkot Demo Bareng, Tengah Kota Surabaya Lumpuh

Kompas.com - 31/10/2017, 13:16 WIB
Angkot Surabaya diparkir di sepanjang Jalan Gubernur Suryo Surabaya. KOMPAS.com/Achmad FaizalAngkot Surabaya diparkir di sepanjang Jalan Gubernur Suryo Surabaya.
|
EditorReni Susanti

SURABAYA, KOMPAS.com - Ribuan buruh dan ratusan unit angkutan kota konvensional Surabaya menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (31/10/2017). Akibatnya, wilayah tengah kota lumpuh karena aksi demonstrasi tersebut.

Pantauan KOMPAS.com, para buruh menggelar orasi di depan Gedung Negara Grahadi. Sementara sopir angkutan konvensional memarkir kendaraannya memenuhi Jalan Gubernur Suryo Surabaya.

Akibatnya, ruas jalan tengah Kota Surabaya ditutup. Penutupan jalan juga dilakukan di sepanjang Jalan Tunjungan. Sedangkan arus lalu lintas dialihkan melalui jalan lainnya.

Aksi sopir konvensional digelar untuk mendesak Gubernur Jatim memberlakukan regulasi peraturan gubernur (Pergub) yang membatasi beroperasinya angkutan berbasis aplikasi online.

"Jika tidak segera diterapkan, maka akan mematikan usaha sopir angkutan konvensional," kata Hamid, koordinator dari Serikat Pekerja Transportasi Jawa Timur.

(Baca juga : Tolak Taksi Online, Ribuan Sopir Taksi Konvesional Demo Wali Kota Batam)

Ilustrasi buruhTRIBUNNEWS / DANY PERMANA Ilustrasi buruh
Kata dia, rencana Pergub Pembatasan Angkutan Online sebenarnya sudah ada. Hal itu dibuat berdasarkan masukan dari pengusaha angkutan kota. Namun dia tidak mengerti mengapa sampai saat ini Perbup tersebut belum ditetapkan.

Di Surabaya saja, menurut Hamid, jumlah angkutan daring lebih dari 30.000. Sementara jumlah layanan angkutan kota masih sekitar 3.000.

Sementara itu, kelompok buruh yang menggelar aksi di lokasi yang sama, menuntut adanya upah mininum sektoral di daerah padat industri. Mereka menolak kenaikan cukai rokok dan menolak Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Regional
Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Regional
Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Regional
Kronologi 2 'Speedboat' Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Kronologi 2 "Speedboat" Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Regional
Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Regional
Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Regional
Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Regional
7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X