Disebut Jauhi Partai ketika Sudah Menang Pilkada, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Kompas.com - 31/10/2017, 06:22 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Banyu Leisure Park, Jalan Ciungwanara, Senin (30/10/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Banyu Leisure Park, Jalan Ciungwanara, Senin (30/10/2017).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Kandidat gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membantah ia disebut tidak punya adab (etika) politik yang kurang baik terhadap partai pengusungnya.

Hal itu dikatakan Ridwan menanggapi pernyataan pakar politik Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, yang berpendapat bahwa Ridwan kerap berjarak dengan partai ketika telah sukses memenangi pilkada.

Pernyataan Asep merujuk pada kurangnya harmonisasi politik Ridwan Kamil dengan PKS dan Gerindra yang merupakan partai pengusungnya di Pilkada Kota Bandung 2013.

Hingga akhirnya, dua partai itu tak memberikan dukungan di Pilkada Jabar 2018.

"Jadi pengamat ini tidak mendapatkan data yang komprehensif. Saya rapat dengan PKS rutin, membantu dua partai rutin, yang terjadi ekspektasinya itu tidak sama," ujar Emil, sapaan akrabnya, Senin (30/10/2017) kemarin.

Emil menilai, masalah komunikasi politiknya dengan partai pengusung hanya terletak pada persepsi berbeda soal intensitas pertemuan dengan partai.

"Misalkan gini menurut saya komunikasi lima kali cukup, menurut versi partai harusnya 10 kali. Jadi tidak betul tidak berkomunikasi. Kan wakil saya Pak Oded, semua kepentingan PKS ada di Pak Oded, Gerindra rutin dibantu. Jadi yang mewacana sekarang masalah kepuasan intensitasnya saja," ucap Emil.

Baca juga : Pengamat Sebut Ridwan Kamil Punya Sikap One Man Show

Emil berpandangan, seorang pemimpin terpilih sudah seharusnya fokus mengabdikan diri kepada masyarakat. Maka, kata dia, ragam prestasi yang ia dapat bisa jadi bukti bahwa ia bekerja untuk kepentingan masyarakat.

"Tahun politik mah dicari aja cara-caranya menyimpulkan. Saya ini orang yang tidak berkapasitas. Maka, saya jawab dengan kinerja, karena kalau sudah terpilih komitmen pemimpin itu kepada rakyat, kepada partai proporsional, tapi maksimalnya kepada rakyat," ucapnya.

Baca juga : Kinerja Tak Cemerlang, Alasan PDI-P Tak Usung Ridwan Kamil di Pilkada Jabar

"Ditambah media harus paham karena saya cenderung saya tidak bersama PKS dan lain sebagainya dibukalah isu itu mencari cara," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh

Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh

Regional
Sambungan Telepon Itu Membuat Hari Muhdin Jadi Kelabu

Sambungan Telepon Itu Membuat Hari Muhdin Jadi Kelabu

Regional
KPU Tetapkan Wali Kota Terpilih Makassar Hasil Pilkada 2020

KPU Tetapkan Wali Kota Terpilih Makassar Hasil Pilkada 2020

Regional
Soal Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Wajib Pakai Jilbab, Ini Tanggapan Mantan Wali Kota Padang

Soal Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Wajib Pakai Jilbab, Ini Tanggapan Mantan Wali Kota Padang

Regional
Mengaku Iseng, Seorang Pria Tega Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras

Mengaku Iseng, Seorang Pria Tega Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras

Regional
Dua Bulan Lagi Cuti Menikah, Pratu Dedi Gugur Tertembak Saat Kejar KKB ke Hutan

Dua Bulan Lagi Cuti Menikah, Pratu Dedi Gugur Tertembak Saat Kejar KKB ke Hutan

Regional
Video Viral Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras Pamannya, Pelaku Ditangkap dan Terancam 10 Tahun Penjara

Video Viral Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras Pamannya, Pelaku Ditangkap dan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
Lapangan Migas Tua di Mahakam Didorong Terus Berproduksi

Lapangan Migas Tua di Mahakam Didorong Terus Berproduksi

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Sang Ayah Ungkap Kenangan Terakhir

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Sang Ayah Ungkap Kenangan Terakhir

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 23 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 23 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 23 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 23 Januari 2021

Regional
Prajurit TNI yang Gugur di Papua Berencana Cuti untuk Menikah

Prajurit TNI yang Gugur di Papua Berencana Cuti untuk Menikah

Regional
Kenang Pratu Dedi, Sang Ayah: Kehabisan Bensin Saat Antar Tes dan Pernah Tak Lolos

Kenang Pratu Dedi, Sang Ayah: Kehabisan Bensin Saat Antar Tes dan Pernah Tak Lolos

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 23 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 23 Januari 2021

Regional
Sandiaga Uno Ingin Batam Jadi Gerbang Pariwisata dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Sandiaga Uno Ingin Batam Jadi Gerbang Pariwisata dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X