Ridwan Kamil Sebut Ada Aktor Politik dalam Polemik Proyek Rumah Deret Tamansari

Kompas.com - 31/10/2017, 06:05 WIB
Salah seorang warga saat melintas di bawah spanduk penolakan warga RW 11 Tamansari terkait proyek rumah deret, Senin (30/10/2017) KOMPAS.com/DENDI RAMDHANISalah seorang warga saat melintas di bawah spanduk penolakan warga RW 11 Tamansari terkait proyek rumah deret, Senin (30/10/2017)
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Proses eksekusi dalam rencana proyek rumah deret Tamansari tak kunjung terealisasi. Upaya keras dari Pemkot Bandung selalu diimbangi perlawanan sengit dari warga.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menduga ada aktor politik yang menunggangi kepentingan warga dalam polemik itu.

"Ini tahun politik saya paham. Selidiki oleh media siapa aktor-aktor di belakangnya nanti ketahuan. Dia bakal calon," ucap Emil, sapaan akrabnya, saat ditemui di Banyu Leisure Park, Jalan Ciungwanara, Senin (30/10/2017) kemarin.

Emil mengklaim bahwa mayoritas warga RW 11 Tamansari sudah setuju dengan program itu. Namun, ada sejumlah provokasi dari dalam yang membuat proses negosiasi terhambat.

"Jadi media juga jangan hanya membaca dari sisi demo-demo dramanya, coba investigasi juga provokasi-provokasi itu justru akan merugikan mereka sendiri. Jangan minoritas mengganggu mayoritas yang sudah setuju," ujarnya.

Senin malam, Ridwan Kamil mengundang warga untuk berdialog di rumah dinasnya. Namun, undangan itu ditolak warga. Sebab dalam pertemuan itu warga mengaku dipinta menyertakan fotokopi KTP.

Baca juga : Soal Rumah Deret Tamansari, Ridwan Kamil Sebut Ada Provokasi

Emil membenarkan hal itu. Ia beralasan, fotokopi KTP akan menjadi bukti bahwa yang akan hadir murni dari kalangan warga terdampak, bukan pihak luar.

"Bagaimana membedakan dia yang bicara orang di sana atau provokator yang ngaku warga? Maka kuncinya adalah KTP. Seringkali orang yang bersuara tidak punya kepentingan di situ, hanya ingin menolak saja bersuara," ungkapnya.

"Kalau gak pakai KTP saya mana tahu kan wajahnya mirip semua. Apakah dia warga atau dia ditunggangi kepentingan. Saya mau bicara orang yang terdampak bukan orang provokaif," tambahnya.

Situasi itu, lanjut Emil, kerap muncul dalam proyek penataan kawasan permukiman warga. Salah satu contohnya saat Pemkot Bandung menata puluhan rumah dalam penataan kawasan Sungai Cikapundung di Babakan Siliwangi.

"Saya orangnya senang berdebat silakan argumenkan dengan saya. Buktinya yang di Cikapundung juga kan selesai. Keluarganya kerja lagi, silakan diliput jadi tukang parkir di situ, siapa yang protes? Bukan warganya yang protes, tapi pendamping, kadang kelompok mahasiswa dan LSM," ucapnya.

Baca juga : Proyek Rumah Deret, Warga Tamansari Tolak Undangan Ridwan Kamil

"Pemkot baik niatnya, (warga) ingin ketemu wali kota, sekarang saya sudah meluangkan waktu. Merekanya enggak mau silakan simpulkan berarti terjadi provokasi," jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X