Balok Penyangga "Flyover" Tol Pasuruan-Probolinggo Ambruk, Tim Labfor Diterjunkan

Kompas.com - 30/10/2017, 19:21 WIB
Tim Lafor Mabes Polri Cabang Surabaya melakukan penyelidikan sekaligus investigasi ambruknya grider flayover tol Pasuruan-Probolinggo KOMPAS.com/Moh.AnasTim Lafor Mabes Polri Cabang Surabaya melakukan penyelidikan sekaligus investigasi ambruknya grider flayover tol Pasuruan-Probolinggo
|
EditorErlangga Djumena

PASURUAN, KOMPAS.com - Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya melakukan penyelidikan di lokasi ambruknya girder flyover Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Senin (30/10/2017).

Kedatangan petugas tersebut membantu penyelidikan yang dilakukan Polres Pasuruan Kota untuk memastikan penyebab ambruknya bagian kontruksi proyek setrategis nasional yang dikerjakan PT Waskita.

"Kami memeriksa semua kondisi yang ada di TKP ini. Mencari kemungkinan-kemungkinan yang ada. Hasilnya nanti akan kami analisa, apakah (pekerjaan) sesuai SOP," kata Kombes Agus Budiharta, Kepala Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya.

Tim labfor yang dibantu unit reskrim Polres Pasuruan Kota juga mendatangkan 12 saksi dari pekerja dalam proyek tersebut. Kemudian untuk melengkapi dokumentasi, petugas juga menggunakan drone.

Baca juga: Balok Penyangga "Flyover" Tol Pasuruan-Probolinggo Ambruk, Pengembang Minta Maaf

Seorang pekerja melihat konstruksi bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) yang ambruk di Desa Cukurgondang, Grati, Pasuruan, Minggu (29/10/2017). Satu pekerja meninggal dunia, dua orang mengalami luka-luka dan empat kendaraan tertimpa ambruk.ANTARA FOTO/Umarul Faruq Seorang pekerja melihat konstruksi bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) yang ambruk di Desa Cukurgondang, Grati, Pasuruan, Minggu (29/10/2017). Satu pekerja meninggal dunia, dua orang mengalami luka-luka dan empat kendaraan tertimpa ambruk.
Pihak kepolisian sendiri belum dapat menyimpulkan penyebab ambruknya girder hingga berakibat tewasnya seorang pekerja tewas.

"Semua pekerja yang ada di lokasi saat kejadian kami mintai keterangan, mulai teknisi, tukang las, operator alat. Sedangkan penyebabnya belum bisa dipastikan. Kasus kecelakaan itu kan macam-macam," ucapnya.

Pada kesempatan itu petugas mengamankan dua kunci crane, sejumlah sampel beton serta tali pengangkut beton. 

Sementara itu untuk mengamankan jalannya investigasi, pengerjaan proyek flyover di lokasi berhenti total. Karena hampir seluruh titik pada penyangga grider yang patah ditandai garis polisi dan tertutup.

"Untuk kelanjutan proyek, ya masih menunggu selesainya pihak kepolisian melengkapi penyelidikan," ujar seorang petugas PT Waskita.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (29/10/2017) itu, mengakibatkan seorang pekerja tewas dan 2 lainnya terluka. Korban tewas bernama Heri yang merupakan pekerja mekanik dari PT Waskita. Sedangkan dua korban luka berat adalah Sugiono, sopir mekanik dari PT Waskita serta  Nurdin, karyawan PT Pancang Sakti.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X